Isra Mikraj: Benarkah Rasulullah Melihat Tuhan di Sidratul Muntaha?
Senin, 29 Januari 2024 - 13:43 WIB
Demikianlah menurut bunyi teks yang ada pada Imam Ahmad.
Imam Muslim telah meriwayatkan hadis ini melalui dua jalur dengan dua lafaz. Dari Abu Dzar yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah engkau pernah melihat Tuhanmu?"
Nabi SAW menjawab: "Yang kulihat hanya nur, mana mungkin aku dapat melihat-Nya."
Al-Khalal telah meriwayatkan suatu pendapat yang menilai hadis ini mengandung kelemahan, bahwa Imam Ahmad pernah ditanya tentang hadis ini, maka ia menjawab, "Aku masih tetap menganggapnya berpredikat munkar," tetapi aku tidak mengetahui apa alasannya.
Ibnu Abu Hatim juga meriwayatkan dari Abu Dzar yang mengatakan bahwa Nabi SAW telah melihat Tuhannya dengan pandangan hatinya dan tidak melihat-Nya dengan pandangan matanya.
Baca juga: Isra Mikraj, Wapres Ma'ruf Amin Tekankan Pentingnya Persaudaraan
Ibnu Khuzaimah berupaya membuktikan bahwa hadis ini munqati' (ada mata rantai perawi yang terputus). Sedangkan Ibnul Juzi' menakwilkan hadis ini dengan pengertian bahwa barangkali Abu Dzar menanyakan hal itu kepada Rasulullah SAW sebelum beliau menjalani Isra. Karena itulah maka Abu Dzar ra menjawab Abdullah ibnu Syaqiq dengan jawaban tersebut. Tetapi seandainya Abu Dzar menanyakan hal itu kepada Nabi SAW setelah peristiwa" Isra, niscaya Nabi SAW akan menjawabnya dengan jawaban positif (ya).
Ibnu Katsir mengatakan takwil Ibnul Juzi dinilai lemah karena sesungguhnya Aisyah ra telah menanyakan hal itu sesudah peristiwa Isra. Ternyata jawaban beliau SAW tidak menguatkan bahwa beliau telah melihat-Nya dengan terang-terangan. Dan mengenai orang yang berpendapat bahwa Nabi SAW berbicara kepada Aisyah ra disesuaikan dengan kemampuan daya tangkapnya, atau berupaya untuk menyalahkan pendapat Aisyah.
Seperti Ibnu Khuzaimah di dalam kitab Tauhid-nya, maka sesungguhnya dia sendirilah yang keliru, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Baca juga: Isra Mikraj Nabi Muhammad Itu Ilmiah, Begini Penjelasannya
Imam Muslim telah meriwayatkan hadis ini melalui dua jalur dengan dua lafaz. Dari Abu Dzar yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah engkau pernah melihat Tuhanmu?"
Nabi SAW menjawab: "Yang kulihat hanya nur, mana mungkin aku dapat melihat-Nya."
Al-Khalal telah meriwayatkan suatu pendapat yang menilai hadis ini mengandung kelemahan, bahwa Imam Ahmad pernah ditanya tentang hadis ini, maka ia menjawab, "Aku masih tetap menganggapnya berpredikat munkar," tetapi aku tidak mengetahui apa alasannya.
Ibnu Abu Hatim juga meriwayatkan dari Abu Dzar yang mengatakan bahwa Nabi SAW telah melihat Tuhannya dengan pandangan hatinya dan tidak melihat-Nya dengan pandangan matanya.
Baca juga: Isra Mikraj, Wapres Ma'ruf Amin Tekankan Pentingnya Persaudaraan
Ibnu Khuzaimah berupaya membuktikan bahwa hadis ini munqati' (ada mata rantai perawi yang terputus). Sedangkan Ibnul Juzi' menakwilkan hadis ini dengan pengertian bahwa barangkali Abu Dzar menanyakan hal itu kepada Rasulullah SAW sebelum beliau menjalani Isra. Karena itulah maka Abu Dzar ra menjawab Abdullah ibnu Syaqiq dengan jawaban tersebut. Tetapi seandainya Abu Dzar menanyakan hal itu kepada Nabi SAW setelah peristiwa" Isra, niscaya Nabi SAW akan menjawabnya dengan jawaban positif (ya).
Ibnu Katsir mengatakan takwil Ibnul Juzi dinilai lemah karena sesungguhnya Aisyah ra telah menanyakan hal itu sesudah peristiwa Isra. Ternyata jawaban beliau SAW tidak menguatkan bahwa beliau telah melihat-Nya dengan terang-terangan. Dan mengenai orang yang berpendapat bahwa Nabi SAW berbicara kepada Aisyah ra disesuaikan dengan kemampuan daya tangkapnya, atau berupaya untuk menyalahkan pendapat Aisyah.
Seperti Ibnu Khuzaimah di dalam kitab Tauhid-nya, maka sesungguhnya dia sendirilah yang keliru, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Baca juga: Isra Mikraj Nabi Muhammad Itu Ilmiah, Begini Penjelasannya
(mhy)
Lihat Juga :