Prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah: Berdalil Sesuai Al-Qur'an dan Sunah Nabi
Jum'at, 01 Maret 2024 - 06:15 WIB
Baca juga: Iman kepada Takdir dalam Prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Mereka meyakini bahwa mujtahid itu bisa salah dan benar dalam ijtihadnya. Dan tidak boleh berijtihad sembarangan kecuali mereka yang telah memenuhi persyaratan tertentu menurut ahlul ‘ilmi.
Perbedaan-perbedaan di antara mereka dalam masalah ijtihad tidak boleh mengharuskan adanya permusuhan dan saling memutuskan hubungan di antara mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang ta’assub (fanatik) dan ahli bid’ah.
Sungguh mereka tetap mentolerir perbedaan yang wajar, bahkan mereka tetap saling mencinta, loyal satu sama yang lain; sebagian mereka tetap salat di belakang yang lain betapapun ada perbedaan masalah fiqh di antara mereka. Sedang ahli bid’ah memusuhi, mengafirkan dan menghukumi sesat kepada setiap orang, yang menyimpang dari golongan mereka.
Baca juga: Prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah: Tidak Mengafirkan Sesama Muslim
Mereka meyakini bahwa mujtahid itu bisa salah dan benar dalam ijtihadnya. Dan tidak boleh berijtihad sembarangan kecuali mereka yang telah memenuhi persyaratan tertentu menurut ahlul ‘ilmi.
Perbedaan-perbedaan di antara mereka dalam masalah ijtihad tidak boleh mengharuskan adanya permusuhan dan saling memutuskan hubungan di antara mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang ta’assub (fanatik) dan ahli bid’ah.
Sungguh mereka tetap mentolerir perbedaan yang wajar, bahkan mereka tetap saling mencinta, loyal satu sama yang lain; sebagian mereka tetap salat di belakang yang lain betapapun ada perbedaan masalah fiqh di antara mereka. Sedang ahli bid’ah memusuhi, mengafirkan dan menghukumi sesat kepada setiap orang, yang menyimpang dari golongan mereka.
Baca juga: Prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah: Tidak Mengafirkan Sesama Muslim
(mhy)
Lihat Juga :