Tafsir Ayat-Ayat Puasa, Begini Penjelasannya

Selasa, 05 Maret 2024 - 13:38 WIB
Atas dasar definisi ini, rukun puasa itu ada dua. Yang pertama adalah niat. Dan niat tempatnya di hati, bukan di lisan. Tidak perlu kita mengucapkan niat, karena Nabi tidak pernah mengajarkan demikian. Niat puasa itu harus dari semenjak malam. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ


“Siapa yang tidak meniatkan puasa dari malam sebelum fajar terbit, maka puasanya tidak sah.” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan yang lainnya)

Maka ketika kita sahur, disitu otomatis pasti mengandung niat untuk puasa

Rukun yang kedua yaitu meninggalkan semua yang membatalkan puasa. Yaitu makan dan minum dengan sengaja, kalau lupa maka tidak batal. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أَكَلَ نَاسِيًا وَهُوَ صَائِمٌ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ


“Siapa yang makan karena lupa saat ia sedang berpuasa, hendaklah ia melanjutkan puasanya, karena saat itu Allah sedang memberinya makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadan Lengkap



Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!