Nabi Idris Serahkan Tugas Kenabian Kepada Anak Cucunya

Jum'at, 01 Mei 2020 - 17:24 WIB
Lamik itu sangat keras dan sangat kuat. Dia bisa membalikkan batu besar dan bisa mencopotnya dari gunung. Ilustrasi/Ist
KISAH Nabi Idris AS ini dinukil dari karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522). Beliau adalah salah satu sejarawan Mesir yang paling penting. Kisah ini diterjemahkan oleh Abdul Halim dengan judul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman”. (Baca juga: Nabi Idris Naik ke Langit, Plesir ke Surga, dan Enggan Kembali )

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa setelah Nabi Idris as naik ke langit, yang mengurus urusannya setelahnya adalah anaknya, Matusyilakh. Dia menghukumi di antara manusia dengan benar. Dan setelah Matusyilakh meninggal, tabut dan suhuf diserahkan kepada anaknya, Lamik. (Baca juga: Nabi Idris Trauma Setelah Plesir ke Neraka Jahanam )

Al-Kisa’i mengatakan bahwa Lamik itu sangat keras dan sangat kuat. Dia bisa membalikkan batu besar dan bisa mencopotnya dari gunung.

Salah satu peristiwa yang terjadi kepadanya adalah bahwa pada suatu hari dia pergi ke sebuah lapangan. Dia melihat seorang wanita cantik yang sedang menggembalakan domba-dombanya. Wanita itu membuatnya kagum. Dia menghampirinya dan menanyakan namanya. Wanita itu menjawab, “Aku adalah Fainusah binti Iklil keturunan Qabil anak Adam.”

Lamik bertanya kepadanya, “Apakah engkau mempunyai suami?”

Fainusah menjawab, “Tidak.”

Lamik berkata kepadanya, “Engkau masih kecil, seandainya engkau telah baligh, tentu aku menikahimu.”

Pada saat itu disebut baligh apabila telah mencapai umur 200 tahun.

Fainusah berkata, “Sebenarnya aku telah berumur 220 tahun. Pergilah kepada bapakku dan pinanglah aku!”

Ketika Lamik mendengar itu, dia pergi kepada ayahnya dan meminangnya. Kemudian ayahnya menikahkan Fainusah dengannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!