Nabi Idris Serahkan Tugas Kenabian Kepada Anak Cucunya

Jum'at, 01 Mei 2020 - 17:24 WIB
Setelah Lamik menggaulinya, Fainusah mengandung dan kemudian melahirkan anak laki-laki yang kemudian diberi nama Yasykur, dan menurut riwayat lain, dia diberi nama ‘Abdul Ghaffar. Itulah Nuh.

Wahab bin Munabbih mengatakan bahwa ketika waktu melahirkan telah tiba, Fainusah melahirkan Nuh di dalam gua. Dia bermaksud menyembunyikannya di sana karena takut kepada raja di zaman itu. Sebab, raja tersebut suka menawan wanita dan membunuh anak-anak kecil dengan kejam.

Setelah Fainusah melahirkan Nuh, dia pergi meninggalkannya dengan meratapinya. Akan tetapi, anak itu bersuara, “Wahai ibu, jangan khawatirkan diriku. Sebab, Dzat Yang telah menciptakanku akan menjagaku.” Maka, pada saat itu Fainusah pergi dengan tenang.

Nuh tinggal di gua itu selama 40 hari. Dan dalam 40 hari tersebut raja yang suka membunuh anak-anak kecil meninggal. Maka, Nuh dibawa oleh beberapa malaikat dan meletakkannya dalam pangkuan ibunya.

Tiba-tiba, cahaya yang ada di kening bapaknya, Lamik, berpindah ke keningnya. Ibunya mendidiknya hingga dia besar. Kemudian Nuh belajar pekerjaan tukang kayu dan menekuninya dengan sempurna.

Dia suka menggembalakan kambing milik kaumnya dengan mendapatkan upah. Hal itu dilakukannya dalam waktu yang cukup lama sampai bapaknya, Lamik, meninggal. Sebelum meninggal, bapaknya mengangkatnya untuk menjadi penggantinya dan menyerahkan suhuf, tabut, dan tali kepadanya. (Baca juga: Kisah Nabi Idris, Orang yang Pertama Kali Mengerti Ilmu Nujum )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!