Seni Islam: Tidak Harus Berbahasa Arab dan tentang Ajaran Islam

Kamis, 30 Mei 2024 - 09:11 WIB
Muhammad Quthb. Foto: Ist
Apakah seni suara (nyanyian) harus dalam bahasa Arab ? ataukah harus berbicara tentang ajaran Islam ? Dengan tegas jawabannya adalah: Tidak. Dalam konteks ini, Muhammad Quthb dalam bukunya berjudul "Manhaj Al-Tarbiyah Al-Islamiyah" menulis:

"Kesenian Islam tidak harus berbicara tentang Islam. Ia tidak harus berupa nasihat langsung, atau anjuran berbuat kebajikan, bukan juga penampilan abstrak tentang akidah. 'Seni yang Islami adalah seni yang dapat menggambarkan wujud ini, dengan bahasa yang indah serta sesuai dengan cetusan fitrah. Seni Islam adalah ekspresi tentang keindahan wujud dari sisi pandangan Islam tentang alam, hidup, dan manusia yang mengantar menuju pertemuan sempurna antara kebenaran dan keindahan. Boleh jadi seseorang menggambarkan Muhammad SAW dengan sangat indah sebagai tokoh genius yang memiliki berbagai keistimewaan. Penggambaran semacam ini belum menjadikan karya seni yang ditampilkannya adalah seni yang Islami, karena ketika itu ia baru menampilkan beliau sebagai manusia, tanpa menggambarkan hubungan beliau dengan hakikat mutlak yaitu Allah SWT. Penggambaran itu tidak sejalan dengan pandangan Islam menyangkut manusia."

Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" (Penerbit Mizan, 2007) menjelaskan Anda boleh memilih objek dan cara menampilkan seni.

Baca juga: Leighton House: Kecintaan Pelukis Inggris terhadap Seni Islam

Selanjutnya Quraish mengatakan:

Anda boleh menggambarkan kenyataan yang hidup dalam masyarakat di mana Anda berada. Anda boleh memadukannya dengan apa saja, boleh berimajinasi karena lapangan seni Islami adalah semua wujud, tetapi sedikit catatan, yaitu jangan sampai seni yang Anda tampilkan bertentangan dengan fitrah atau pandangan Islam tentang wujud itu sendiri.

Jangan sampai, misalnya pemaparan tentang manusia hanya terbatas pada jasmaninya semata atau yang ditonjolkan hanya manusia dalam aspek debu tanahnya, tidak disertai dengan unsur roh Ilahi yang menjadikannya sebagai manusia.

Jika catatan ini diindahkan, maka pada saat itu pula, seni telah mengayunkan langkah untuk berfungsi sebagai sarana dakwah Islamiyah.

Islam, melalui sumber utamanya Al-Quran, bahkan melukiskan dengan sangat indah, kelemahan-kelemahan manusia; gejolak nafsu berahi pun ditampilkannya, Dan dirayunya pemuda yang ada di rumahnya? ditutupnya semua pintu amat rapat.

Sambil berkata Inilah daku. Sesunguhnya dia telah bermaksud melakukan itu dan pemuda itu pun bermaksud ...
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!