Kisah Pasukan Amr bin Ash Mengepung Benteng Babilon, Bikin Panik Romawi

Senin, 01 Juli 2024 - 15:57 WIB
Kalau ia melakukan itu ia akan terpaksa membagi kekuatan bersenjatanya sebagian untuk mengepung benteng dan yang lain pergi ke utara cabang Sungai Nil untuk bertempur sampai mencapai ibu kota.

Ia sadar akan bahaya pembagian itu. Kala itu, sudah banyak pasukan Romawi yang berlindung dalam benteng Babilon dan dengan demikian mereka akan mampu mempertahankan diri, terutama karena mereka akan terancam oleh kepunahan kalau pasukan Arab membuka pintu-pintu benteng itu dan memasukinya secara paksa.

Mau tak mau pasukan Romawi akan bertempur mati­-matian. Sekalipun moral pasukan Romawi sudah begitu lemah, namun mereka masih mengharapkan lamanya pengepungan akan membuka pikiran Heraklius atau para komandan Romawi di Iskandariah untuk memperkuat benteng itu atau menyelamatkan mereka. Tak dapat diragukan lagi dengan kekuatan itu pengepungan masih akan memakan waktu lama.

Luapan Sungai Nil

Musim panas sudah lalu dan kala itu luapan air Sungai Nil sudah mulai tinggi. Pasukan Muslimin tidak akan mampu menyeberanginya atau menyerang benteng Babilon yang begitu kuat itu. Bagaimanapun juga mereka akan menunggu sampai luapan air itu turun.

Para pengawal dan penghuni benteng itu juga perlu sabar. Sering sekali jalannya peperangan berubah karena hal-hal yang datang tiba-tiba. Dalam setiap peperangan prajurit yang paling sabar dan tabah, akan berhasil.

Baca juga: Amr bin Ash Bermarkas di Heliopolis: Siap Menyerang Pasukan Romawi di Benteng Babilon

Amr sudah bertekad akan mengepung benteng itu, dan pasukan yang berlindung di dalamnya pun sudah pula bertekad akan mempertahankannya atau hancur lebur.

Mengingat tembok-tembok benteng dan kastel itu sudah begitu kuat, tak akan mungkin ditaklukkan. Itulah yang memperkuat tekad mereka hendak mempertahankannya mati-­matian.

Haekal menyebutkan peninggalan ini yang tidak kita lihat sekarang di Mesir Lama selain puing-puing tembok sisa-sisa dua benteng yang sudah hancur, di antaranya sebuah pintu tua, yang ketika pasukan Arab datang merupakan sebuah benteng Roma yang terkuat.

Tembok-tembok itu tingginya sekitar 60 kaki dan tebalnya 18 kaki. Kastel-kastel yang ada di dalamnya lebih tinggi dari tembok-tembok itu. Setiap kastel disertai tangga naik ke atas bangunan itu, dari sana orang dapat melihat Gunung Muqattam di sebelah timur, dan dari sebelah barat terlihat Jizah (Giza), piramid-piramid dan Sahara Lubia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!