Amr bin Ash Bermarkas di Heliopolis: Siap Menyerang Pasukan Romawi di Benteng Babilon
Jum'at, 28 Juni 2024 - 21:44 WIB
loading...
Setelah fajar menyingsing, dengan memimpin semua angkatan bersenjata itu ia berangkat ke Ain Syams hingga mencapai tempat Abbasiah yang sekarang. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Pada mulanya, Heliopolis adalah sebuah kota besar. Kota ini merupakan ibu kota ke-13 atau Heliopolite Nome atau Mesir Hilir dan sebuah pusat keagamaan utama. Lokasinya sekarang terletak di Ain Shams, sebuah kota satelit di timur laut Kairo.
Kisah pasukan Amr bin Ash bermarkas di Heliopolis saat penaklukkan Mesir diceritakan Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" dan diterjemahkan Ali Audah menjadi Umar bin Khattab "Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000).
Dikisahnya, di kota ini Amr bin As bertemu dengan pasukan bantuan dari Madinah yang dikirim Khalifah Umar bin Khattab . Pasukan itu berjumlah 8.000 orang dipimpin Zubair bin Awwam . Pasukan bantuan itu dikirim Khalifah Umar bin Khattab.
Ketika itu Ain Syams telah terhapus dari permukaan sejarah. "Ketenangan" kota Ain Syams masa Firaun yang agung sudah tak ada lagi, yang ketika itu menjadi pusat ilmu dan studi, yang juga dikenal oleh Plato dan para filsuf Yunani yang lain.
Baca juga: Kisah Amr bin Ash Menaklukkan Barqah dan Tripoli Tanpa Perlawanan
Mereka menimba ilmu dan pengetahuan dari sana. Mereka belajar filsafat dan astronomi, mereka melihat betapa maraknya kebudayaan dan kemakmuran kota serta betapa besarnya bangunan-bangunannya, dengan tempat-tempat ibadah yang begitu agung.
Begitu juga tugu-tugu dan patung-patungnya seperti yang disebutkan oleh Herodotus, yang juga menyebutkan betapa dalamnya pengetahuan pemuka-pemuka agama di sana tentang sejarah Mesir secara keseluruhan.
Kota Iskandariah telah pula membawa ilmu filsafatnya dari puncaknya yang tinggi ke Ain Syams dan ke Memphis.
Setelah Roma memerintah Mesir dan penduduknya menganut agama Nasrani, ilmu pengetahuan dan hukum menghilang dari Ain Syams untuk tidak kembali lagi. Tugu-tugu dan patung-patung dipindahkan ke beberapa kota di Delta, bahkan ada pula yang dipindahkan menyeberangi Laut Tengah ke Roma.
Begitulah sesudah selama sekian abad mendapat cahaya ilmu dan sinar filsafat, segala yang ada di "Kota Matahari" itu telah terpuruk ke dalam kemunduran yang luar biasa.
Tatkala orang-orang Arab datang ke kota itu, segala kemegahannya yang lama sudah hilang, selain namanya dalam bahasa Yunani, Heliopolis dan tembok-tembok yang roboh serta patungĀ patung yang sudah rusak tertimbun tanah.
Yang masih ada sampai sekarang hanya sebuah tugu di daerah Matariah, yang menunjukkan letak "On", "Kota Matahari" yang lama itu, serta kebisuannya yang mengisahkan masa silamnya yang agung dan gemilang.
Baca juga: Kisah Amr bin Ash Berusaha Menguasai Benteng Umm Dunain dan Babilon
Kisah pasukan Amr bin Ash bermarkas di Heliopolis saat penaklukkan Mesir diceritakan Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" dan diterjemahkan Ali Audah menjadi Umar bin Khattab "Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000).
Dikisahnya, di kota ini Amr bin As bertemu dengan pasukan bantuan dari Madinah yang dikirim Khalifah Umar bin Khattab . Pasukan itu berjumlah 8.000 orang dipimpin Zubair bin Awwam . Pasukan bantuan itu dikirim Khalifah Umar bin Khattab.
Ketika itu Ain Syams telah terhapus dari permukaan sejarah. "Ketenangan" kota Ain Syams masa Firaun yang agung sudah tak ada lagi, yang ketika itu menjadi pusat ilmu dan studi, yang juga dikenal oleh Plato dan para filsuf Yunani yang lain.
Baca juga: Kisah Amr bin Ash Menaklukkan Barqah dan Tripoli Tanpa Perlawanan
Mereka menimba ilmu dan pengetahuan dari sana. Mereka belajar filsafat dan astronomi, mereka melihat betapa maraknya kebudayaan dan kemakmuran kota serta betapa besarnya bangunan-bangunannya, dengan tempat-tempat ibadah yang begitu agung.
Begitu juga tugu-tugu dan patung-patungnya seperti yang disebutkan oleh Herodotus, yang juga menyebutkan betapa dalamnya pengetahuan pemuka-pemuka agama di sana tentang sejarah Mesir secara keseluruhan.
Kota Iskandariah telah pula membawa ilmu filsafatnya dari puncaknya yang tinggi ke Ain Syams dan ke Memphis.
Setelah Roma memerintah Mesir dan penduduknya menganut agama Nasrani, ilmu pengetahuan dan hukum menghilang dari Ain Syams untuk tidak kembali lagi. Tugu-tugu dan patung-patung dipindahkan ke beberapa kota di Delta, bahkan ada pula yang dipindahkan menyeberangi Laut Tengah ke Roma.
Begitulah sesudah selama sekian abad mendapat cahaya ilmu dan sinar filsafat, segala yang ada di "Kota Matahari" itu telah terpuruk ke dalam kemunduran yang luar biasa.
Tatkala orang-orang Arab datang ke kota itu, segala kemegahannya yang lama sudah hilang, selain namanya dalam bahasa Yunani, Heliopolis dan tembok-tembok yang roboh serta patungĀ patung yang sudah rusak tertimbun tanah.
Yang masih ada sampai sekarang hanya sebuah tugu di daerah Matariah, yang menunjukkan letak "On", "Kota Matahari" yang lama itu, serta kebisuannya yang mengisahkan masa silamnya yang agung dan gemilang.
Baca juga: Kisah Amr bin Ash Berusaha Menguasai Benteng Umm Dunain dan Babilon
Lihat Juga :