Kisah Shalahuddin Al Ayyubi Menyeberang Sungai Efrat, Kuasai Wilayah Jazirah

Sabtu, 13 Juli 2024 - 12:32 WIB
Ketika tiba di sana, kota itu masih dikuasai oleh Quthbuddin Yanal Ibn Hassan al-Manbaji. Quthbuddin pun segera pergi bergabung dengan `Izzuddin Atabik. Kota ini selanjutnya dikuasai oleh Shalahuddin.

Kemudian Shalahuddin bergerak menuju al-Khabur, Qarqisia, Maksin dan `Araban, dan ia berhasil menguasai seluruh wilayah tersebut. Ketika menguasai al-Khabur, Shalahuddin bergerak menuju Nashibayn. Ia menduduki kota itu, dan hanya tertinggal bentengnya saja.

Shalahuddin lalu mengepung benteng kota itu selama beberapa hari hingga berhasil merebutnya juga. Shalahuddin lalu tinggal di sana untuk memperbaiki keadaannya. Kemudian benteng itu dikuasakan kepada pengikut Shalahuddin yang bernama Abu al-Hayja’ al-Samin. Shalahuddin lalu berangkat pergi dari benteng tersebut bersama Nuruddin.



Kemudian ia mendapatkan kabar berita bahwa Eropa menyerang Damaskus. Mereka telah menjarah desa-desa, dan telah sampai ke daerah Daria untuk membumi-hanguskan masjidnya. Wakil kota Damaskus lalu mengutus beberapa orang Kristen untuk menemui mereka. Ia berpesan kepada mereka:

“Jika kalian menghancurkan masjid, maka kami akan bangun lagi, dan kami juga akan membatalkan semua sumpah setia kami kepada kalian di negeri kami. Kami juga tidak akan memastikan kepada seorangpun untuk memperbaiki sumpah itu”.

Mereka lalu meninggalkannya. Ketika berita itu sampai ke telinga Shalahuddin, ia segera memerintahkan agar mereka yang masih fanatik kepada `Izzuddin untuk segera kembali. Ia berkata: “Mereka telah menghancurkan desa-desa, dan mendapatkan satu negeri sebagai gantinya. Kita akan kembali dan memperbaikinya. Kita perkuat tujuan kita untuk menyerbu negeri mereka”. Ia tidak mencabut ucapannya, dan terjadilah apa yang diucapkannya
(mhy)
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terbiasa membaca doa: YA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QALBII 'ALAA DIINIKA (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku berada di atas agamamu). Kemudian aku pun bertanya, Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan kepada apa yang anda bawa. Lalu apakah anda masih khawatir kepada kami? Beliau menjawab: Ya, karena sesungguhnya hati manusia berada di antara dua genggaman tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang Dia bolak-balikkan menurut yang dikehendaki-Nya.

(HR. Tirmidzi No. 2066)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More