Perang Salib di Era Dinasti Fatimiyah: Makna Yerusalem bagi Umat Kristen

Senin, 22 Juli 2024 - 05:38 WIB
Deklarasi Paus Urbanus II mendapat sambutan yang luar biasa dari kerajaan Kristen di Eropa Barat yang diwakili oleh Kerajaan Inggris, Kerajaan Prancis, Kerajaan Suci Roma, dan kerajaan Kristen di Eropa Timur yang diwakili oleh Kerajaan Bizantium Timur dan kerajaan Armenia.

Agama yang sama serta tujuan dan musuh yang sama menjadikan pasukan Kristen Eropa menuju Yerusalem dengan kekuatan padu dan utuh disertai semangat keagamaan tinggi yang telah dikobarkan oleh Paus Urbanus II.

Baca juga: Erdogan Sebut Yerusalem Milik Turki



Makna Yerusalem bagi Kristen


Yesus dilahirkan di Betlehem, atau dalam bahasa Arabnya dikenal dengan Bait al-Lahm. Betlehem sekarang termasuk bagian dari Palestina. Populasi penduduknya mayoritas adalah muslim.

Munzir Hitami dalam bukunya berjudul "Revolusi Sejarah Manusia: Peran Rasul sebagai Agen Perubahan" (LKiS, 2009) menjelaskan Yesus tumbuh bersama ibunya, Maria, di Nazaret, dan terkenal dengan julukan Yesus dari Nazaret. Dalam bahasa Arab, Nazaret dikenal sebagai Nashirah.

"Oleh karena itu penyebutan Islam terhadap orang-orang Kristen adalah umat Nasrani atau Nashara, karena Yesus berasal dari Kota Nashirah," ujarnya.

Yesus lahir di Bethlehem dan tumbuh besar di Nazaret. Seharusnya jika melihat tempat kelahiran dan masa tumbuh dewasa Yesus, Bethlehem dan Nazaret dapat dijadikan sebagai kota suci sekaligus sebagai alasan utama pecahnya Perang Salib.

Pertanyaan besarnya, mengapa Yerusalem yang justru diperebutkan dalam perang tersebut?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!