Ketika Syahadat Menjadi Titik Tolak Akhlak terhadap Allah, Begini Penjelasannya
Senin, 22 Juli 2024 - 14:06 WIB
Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan."
Mahasuci Allah dan segala sifat yang mereka sifatkan kepada-Nya, kecuali (dari) hamba-hamba Allah yang terpilih ( QS Ash-Shaffat [37] : 159-160).
Teramati bahwa semua makhluk --kecuali nabi-nabi tertentu selalu menyertakan pujian mereka kepada Allah dengan menyucikan-Nya dari segala kekurangan.
Dan para malaikat menyucikan sambil memuji Tuhan mereka ( QS Asy-Syura [42] : 5).
Guntur menyucikan (Tuhan) sambil memuji-Nya ( QS Ar-Ra'd [13] : 13).
Dan tidak ada sesuatu pun kecuali bertasbih (menyucikan Allah) sambil memuji-Nya ( QS Al-Isra' [17] : 44).
Baca juga: Akhlak Muslim, Pentingnya Mengenal Diri Sendiri
Quraish menjelaskan semua itu menunjukkan bahwa makhluk tidak dapat mengetahui dengan baik dan benar betapa kesempurnaan dan keterpujian Allah SWT. Itu sebabnya mereka --sebelum memuji-Nya--bertasbih terlebih dahulu dalam arti menyucikan-Nya. Jangan sampai pujian yang mereka ucapkan tidak sesuai dengan kebesaran-Nya.
Bertitik tolak dari uraian mengenai kesempurnaan Allah, tidak heran kalau Al-Quran memerintahkan manusia untuk berserah diri kepada-Nya, karena segala yang bersumber dari-Nya adalah baik, benar, indah, dan sempurna.
Mahasuci Allah dan segala sifat yang mereka sifatkan kepada-Nya, kecuali (dari) hamba-hamba Allah yang terpilih ( QS Ash-Shaffat [37] : 159-160).
Teramati bahwa semua makhluk --kecuali nabi-nabi tertentu selalu menyertakan pujian mereka kepada Allah dengan menyucikan-Nya dari segala kekurangan.
Dan para malaikat menyucikan sambil memuji Tuhan mereka ( QS Asy-Syura [42] : 5).
Guntur menyucikan (Tuhan) sambil memuji-Nya ( QS Ar-Ra'd [13] : 13).
Dan tidak ada sesuatu pun kecuali bertasbih (menyucikan Allah) sambil memuji-Nya ( QS Al-Isra' [17] : 44).
Baca juga: Akhlak Muslim, Pentingnya Mengenal Diri Sendiri
Quraish menjelaskan semua itu menunjukkan bahwa makhluk tidak dapat mengetahui dengan baik dan benar betapa kesempurnaan dan keterpujian Allah SWT. Itu sebabnya mereka --sebelum memuji-Nya--bertasbih terlebih dahulu dalam arti menyucikan-Nya. Jangan sampai pujian yang mereka ucapkan tidak sesuai dengan kebesaran-Nya.
Bertitik tolak dari uraian mengenai kesempurnaan Allah, tidak heran kalau Al-Quran memerintahkan manusia untuk berserah diri kepada-Nya, karena segala yang bersumber dari-Nya adalah baik, benar, indah, dan sempurna.
(mhy)
Lihat Juga :