Kisah 35.000 Pasukan Salib Kalahkan 10.000 Pasukan Turki Seljuk Rum

Sabtu, 27 Juli 2024 - 13:04 WIB
Pada tahun 1097 terjadilah pertempuran pertama tepatnya di Nicaea. Pertempuran Nicaea terjadi selama sebulan dari tanggal 14 Mei hingga 19 Juni 1097. Dari pertempuran tersebut terjadi peperangan yang tidak seimbang.

Menurut Jim Bradbury dalam "The Routledge Companion to Medieval Warfare" (New York: Routledge, 2004), pasukan Salib yang berjumlah 35.000 orang melawan pasukan Turki Seljuk Rum yang dipimpin oleh Qilij Arslan yang berjumlah 10.000 prajurit.

Turki Rum Seljuk

Turki Seljuk Rum merupakan pemerintahan yang berdiri sendiri di bawah bendera Imperium Turki Seljuk.

Turki Seljuk Rum atau juga Kesultanan Romawi merupakan pemerintahan bagian dari Kerajaan Turki Seljuk. Turki Seljuk mempunyai wilayah yang sangat luas, yaitu dari Anatolia hingga Persia. Turki Seljuk mempunyai rivalitas dengan Kerajaan Byzantium yang dari dulu ingin dikalahkan karena termotivasi akan runtuhnya Konstantinopel.

Selain Byzantium, Turki Seljuk mempunyai rivalitas dengan Kekhalifahan Fatimiyah dalam perebutan wilayah Syam. Imperium Turki Seljuk sendiri merupakan wilayah-wilayah dalam dunia Islam yang dikuasai oleh etnis Turki.

Tugas utama dari Turki Seljuk Rum adalah membendung serangan Byzantium di Anatolia. Jatuhnya Nicaea, membuat Turki Seljuk Rum memindahkan pemerintahannya ke Konya.



Kemenangan pasukan Salib tersebut membuat wilayah Byzantium bertambah luas karena sebagian wilayah di Anatolia dapat direbut kembali setelah dikuasai Islam.

Kemenangan tersebut juga menambah moral pasukan Salib untuk melanjutkan perjalanannya menuju Yerusalem. Poin terpenting dari Pertempuran Nicaea adalah Islam dapat dikalahkan.
(mhy)
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
cover top ayah
مَا قُلۡتُ لَهُمۡ اِلَّا مَاۤ اَمَرۡتَنِىۡ بِهٖۤ اَنِ اعۡبُدُوا اللّٰهَ رَبِّىۡ وَرَبَّكُمۡ‌ۚ وَكُنۡتُ عَلَيۡهِمۡ شَهِيۡدًا مَّا دُمۡتُ فِيۡهِمۡ‌ۚ فَلَمَّا تَوَفَّيۡتَنِىۡ كُنۡتَ اَنۡتَ الرَّقِيۡبَ عَلَيۡهِمۡ‌ؕ وَاَنۡتَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ شَهِيۡدٌ‏ (١١٧) اِنۡ تُعَذِّبۡهُمۡ فَاِنَّهُمۡ عِبَادُكَ‌ۚ وَاِنۡ تَغۡفِرۡ لَهُمۡ فَاِنَّكَ اَنۡتَ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُ (١١٨)
Aku (Isa) tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

(QS. Al-Maidah Ayat 117-118)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More