Perang Salib III: Kisah Para Raja Melawan Shalahuddin Al Ayyubi

Jum'at, 02 Agustus 2024 - 13:01 WIB
Shalahuddin tidak hanya menjadi sultan di Mesir, namun juga di Syam. Pemerintahannya diberi nama Dinasti Ayyubiah yang diambil dari nama ayahnya.

Keadaan politik di Timur Tengah yang bergejolak karena Yerusalem dikuasai kembali oleh Kristen sejak 1099 membuat Shalahuddin termotivasi untuk merebut Yerusalem.

M.B. Goldstein dalam bukunya berjudul "The Newest Testament: A Secular Bible" (Bloomington: Archway Publishing, 2013) menyebut pengangkatan dirinya menjadi Sultan Dinasti Ayyubiah pada tahun 1174 dimanfaatkan betul oleh Shalahuddin untuk menaklukkan Yerusalem.

Jonathan Phillips dalam bukunya berjudul "The Crusades 1095-1204" (New York: Routledge 2014) menambahkan Shalahuddin mempersiapkan secara matang-matang dalam merebut Yerusalem . "Kerajaan Yerusalem pada tahun 1186 menobatkan Guy Lusignan sebagai Raja Kerajaan Yerusalem," jelas Phillips.

Pelantikan Guy menjadi raja sangat dipermasalahkan sehingga membuat stabilitas politik di Kerajaan Yerusalem menjadi tidak stabil dan rawan gerakan bawah tanah untuk menurunkan Guy dari takhtanya.

Pada tahun 1187, salah satu kesatria pasukan Salib, Reynald, menyerang rombongan orang-orang Islam ketika Kerajaan Yerusalem masih terikat perjanjian damai dengan Shalahuddin.

Baca juga: Perang Salib II: Kisah 4 Penyebab Kekalahan Pasukan Salib Melawan Kekhalifahan Islam

Penyerangan tersebut diperparah dengan fakta bahwa rombongan tersebut terdapat saudara perempuan Shalahuddin yang diperkosa pada waktu penyerangan.

Peristiwa tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Shalahuddin untuk berperang melawan Kerajaan Yerusalem. Tanpa adanya deklarasi dari paus dan bantuan pasukan Salib di Eropa, Shalahuddin akan dapat dengan mudah merebut kembali Yerusalem.

Sebelum Yerusalem direbut, terjadi pertempuran di Hattin. Pertempuran tersebut diikuti dan dipimpin langsung oleh Guy.

Dengan keluarnya pasukan Salib dari Yerusalem, menjadikan pasukan Salib tanpa ada perlindungan dan otomatis menjadi pertempuran hidup mati antara pasukan Salib dengan pasukan Dinasti Ayyubiah yang dipimpin oleh Shalahuddin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!