Kisah Luqman Al Hakim dan Putranya Dicaci Orang Gara-gara Seekor Keledai
Selasa, 06 Agustus 2024 - 15:30 WIB
Lagi, mereka kembali menjadi omongan orang-orang yang mereka temui. "Dungu sekali bapak dan anak itu! Kasihan sekali keledai tunggangan yang kecil dan kurus begitu dinaiki berdua, padahal mereka tidak sedang sakit".
Mendengar komentar itu, Luqman kembali berpesan. "Dengar dan perhatikan dengan seksama yang mereka katakan, anakku!"
Setelahnya, Luqman melanjutkan perjalanan. Kali ini, dia mengajak anaknya turun dari punggung keledai dan berjalan bersama.
Anehnya, mereka masih saja dicaci. "Sungguh dungu bapak dan anak itu! Sama-sama berjalan, padahal ada keledai. Kenapa tidak dinaiki saja biar tidak capek?"
Sampai di rumah, Luqman kembali berpesan, "Anakku, kau dengar sendiri semua perkataan mereka tentang segala hal yang kita lakukan dari awal!? Intinya, bagi mereka tidak ada tindakan kita yang benar alias salah semua.
Luqman melanjutkan nasihatnya, "Sesungguhnya ada orang yang suka mengomentari perbuatan orang yang lain. Tapi orang yang memiliki akal akan mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan perintah Allah saja karena sesungguhnya yang kita cari adalah keridhaan Allah semata, bukan keridhaan manusia."
Demikianlah ulasan mengenai kisah Luqman Al Hakim beserta sang anak yang dicaci orang-orang gara-gara keledai. Semoga bermanfaat dan kita bisa mengambil hikmah serta kebaikannya.
Baca juga: Begini Nasihat Luqman kepada Anaknya Tentang Persaudaraan
Wallahu a’lam
Mendengar komentar itu, Luqman kembali berpesan. "Dengar dan perhatikan dengan seksama yang mereka katakan, anakku!"
Setelahnya, Luqman melanjutkan perjalanan. Kali ini, dia mengajak anaknya turun dari punggung keledai dan berjalan bersama.
Anehnya, mereka masih saja dicaci. "Sungguh dungu bapak dan anak itu! Sama-sama berjalan, padahal ada keledai. Kenapa tidak dinaiki saja biar tidak capek?"
Sampai di rumah, Luqman kembali berpesan, "Anakku, kau dengar sendiri semua perkataan mereka tentang segala hal yang kita lakukan dari awal!? Intinya, bagi mereka tidak ada tindakan kita yang benar alias salah semua.
Luqman melanjutkan nasihatnya, "Sesungguhnya ada orang yang suka mengomentari perbuatan orang yang lain. Tapi orang yang memiliki akal akan mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan perintah Allah saja karena sesungguhnya yang kita cari adalah keridhaan Allah semata, bukan keridhaan manusia."
Demikianlah ulasan mengenai kisah Luqman Al Hakim beserta sang anak yang dicaci orang-orang gara-gara keledai. Semoga bermanfaat dan kita bisa mengambil hikmah serta kebaikannya.
Baca juga: Begini Nasihat Luqman kepada Anaknya Tentang Persaudaraan
Wallahu a’lam
(wid)
Lihat Juga :