Sejarah Perang Khaibar, Lengkap dengan Latar Belakang dan Tujuannya

Selasa, 13 Agustus 2024 - 14:13 WIB
Yahudi telah memiliki dendam terhadap kaum muslim bahkan sebelum perang Khaibar terjadi. Dendam itu di picu saat terjadi pengusiran Bani Qainuqa dan Bani Nadhir, serta kaum muslim yang berhasil membunuh beberapa Tokoh yang berpengaruh di Bani Quraizah.

Para umat Yahudi yang terusir dari Madinah lantas gencar menghasut para kaum Quraisy untuk menyerang kaum muslim dan beberapa suku yang berada di sekitar Mekkah.

Dari hasil menghasut ini, terjadilah perang Khandaq dan perang Ahzab yang membuat kaum muslim berhadapan dengan pasukan sekutu. Dari situlah Nabi Muhammad SAW mulai melaknat umat Yahudi sebab mengingkari perjanjian damai dengan cara menghasut.

Tujuan Perang Khaibar

Tujuan dari Perang Khaibar adalah mengalahkan kelompok yang telah lama menolak ajaran Islam sekaligus memusuhi kaum muslimin.

Terlebih, Khaibar telah dijadikan sebagai pusat konspirasi orang-orang yang memusuhi Nabi Muhammad SAW. Serta merupakan benteng pertahanan terakhir umat Yahudi di Jazirah Arab.

Usai peperangan pihak Kaum Muslim lebih merasa tenang dalam menghadapi Kaum Yahudi. Setelah Nabi Muhammad SAW menyelesaikan pertempuran di Khaibar, beliau langsung melanjutkan perjalannnaya menuju Fadak yang dibawah kekuasaan Yahudi.

Pada dasarnya tujuan utama perang Khaibar adalah untuk memuluskan dakwah Islam di Jazirah Arab sekaligus membasmi ancaman keamanan yang lama mengganggu penduduk Madinah.

Baca juga: 13 Fakta Perang Khaibar: 1.600 Pasukan Rasulullah SAW Binasakan 10.000 Tentara Yahudi
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!