Runtuhnya Emirat Granada: Kisah Tandem Isabela I dan Ferdinand II yang Lahirkan Spanyol

Selasa, 27 Agustus 2024 - 05:15 WIB
Baca juga: Reconquista: Kisah Menjelang Runtuhnya Kekhalifahan Cordoba

Pada tahun 1482 penaklukan terhadap satu-satunya Islam di Semenanjung Iberia akhirnya dilaksanakan. Kebekuan politik karena buruknya komunikasi Emirat Granada dengan Kerajaan Castilla dan Aragon membuat pemimpin kedua kerajaan tersebut memutuskan untuk melakukan invasi.

Isabela I sebagai Ratu Castilla dan Ferdinand II dari Aragon sepakat untuk menghancurkan Emirat Granada. Perang tersebut terjadi selama 10 tahun secara bertahap. Kekuatan yang tidak seimbang membuat Emirat Granada terpaksa melakukan perjanjian di akhir tahun 1491 untuk menyerah. Tepatnya di bulan Januari tahun 1492, Muhammad XII menyerahkan Emirat Granada kepada Kerajaan Castilla dan Aragon.

Phillip K. Hitti menyebut keberhasilan menghancurkan pemerintahan Islam di Semenanjung Iberia akhirnya terwujud. "Isabela I dan Ferdinand II akhirnya menikah dan menggabungkan kerajaan menjadi Kerajaan Spanyol," ujarnya.

Pada tahun 1492, Kerajaan Spanyol juga memulai ekspedisi mencari rempah-rempah karena Turki Usmani memblokade jalur perdagangan dari Asia menuju Eropa dan sebaliknya.

Jati Pamungkas menjelaskan arti dari hancurnya pemerintahan Islam di Semenanjung Iberia adalah keberhasilan dari Reconquista dan juga kemenangan pasukan Salib dalam mengusir Islam dari tanah Eropa.

Baca juga: Reconquista dan Kisah Runtuhnya Kekhalifahan Islam di Eropa
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!