Khotbah Jumat: Arti dari Kemerdekaan Sesungguhnya dalam Islam
Jum'at, 30 Agustus 2024 - 05:15 WIB
Kemerdekaan sebuah negara tak bisa didapat tanpa perjuangan keras. Hal ini juga berlaku bagi Indonesia yang telah berjuang melalui para pahlawan kemerdekaan sejak dulu. Foto ilustrasi/ist
Khotbah Jumat tentang arti kemerdekaan sesungguhnya menarik untuk disimak. Terlebih, bangsa Indonesia sendiri baru saja memperingati perayaan kemerdekaan yang ke-79 beberapa waktu lalu.
Kemerdekaan sebuah negara tak bisa didapat tanpa perjuangan keras. Hal ini juga berlaku bagi Indonesia yang telah berjuang melalui para pahlawan kemerdekaan sejak dulu.
Meski bangsa Indonesia sudah merdeka, kita yang masih hidup di era sekarang wajib terus mengisinya. Jangan sampai usaha dan perjuangan berdarah-darah para pahlawan dulu menjadi sia-sia karena kita tak peduli dengan apa pun keadaan bangsa.
Berikut ini contoh naskah khotbah Jumat tentang arti merdeka sesungguhnya sebagaimana dinukil dari laman MUI dan Buletin Dakwah Kaffah, Kamis (29/8/2024).
اَلْحَمْدُللهِ الَّذِى اَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْحُرِّيَّةِ. اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ, اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِه وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ اِلٰى يَوْمِ الّقِيَامَةِ.
اَمَّابَعْدُ فَيَا اَيُّهَاالْمُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوااللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
وَقَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى : اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَا نِ الرَّ جِيْمِ : وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ࣖ
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah;
Puji syukur mari kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala karunia yang telah dilimpahkan selama ini. Terutama sekali nikmat iman dan islam, sehingga sampai saat ini kita masih menjadi seorang muslim dan mudah-mudahan kita sandang terus hingga akhir hayat nanti.
Pada tanggal 17 Agustus 2024 yang lalu, kita baru merayakan hari kemerdekaan bangsa kita yang ke-79. Demi menjaga aset perjuangan yang dilakukan para pahlawan dulu, maka dalam mengisi kemerdekaan ini seyogyanya kita bisa memaknainya dengan sebaik mungkin.
Pada bahasa Arab, kemerdekaan berasal dari kata “al-Istiqlal”. Sementara dalam padanan kata bebas kemerdekaan juga disebut dengan istilah “al-Hurr” dan bentuk kata kerjanya adalah “al-Hurriyah”.
Terlepas dari apa pun pemaknaannya, kemerdekaan adalah anugerah yang sangat berharga. Tidak hanya dalam konteks bernegara, tetapi juga dalam kehidupan spiritual dan sosial seorang Muslim.
Kemerdekaan sebuah negara tak bisa didapat tanpa perjuangan keras. Hal ini juga berlaku bagi Indonesia yang telah berjuang melalui para pahlawan kemerdekaan sejak dulu.
Meski bangsa Indonesia sudah merdeka, kita yang masih hidup di era sekarang wajib terus mengisinya. Jangan sampai usaha dan perjuangan berdarah-darah para pahlawan dulu menjadi sia-sia karena kita tak peduli dengan apa pun keadaan bangsa.
Berikut ini contoh naskah khotbah Jumat tentang arti merdeka sesungguhnya sebagaimana dinukil dari laman MUI dan Buletin Dakwah Kaffah, Kamis (29/8/2024).
Khotbah Jumat tentang Arti Merdeka Sesungguhnya
Khotbah Iاَلْحَمْدُللهِ الَّذِى اَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْحُرِّيَّةِ. اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ, اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِه وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ اِلٰى يَوْمِ الّقِيَامَةِ.
اَمَّابَعْدُ فَيَا اَيُّهَاالْمُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوااللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
وَقَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى : اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَا نِ الرَّ جِيْمِ : وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ࣖ
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah;
Puji syukur mari kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala karunia yang telah dilimpahkan selama ini. Terutama sekali nikmat iman dan islam, sehingga sampai saat ini kita masih menjadi seorang muslim dan mudah-mudahan kita sandang terus hingga akhir hayat nanti.
Pada tanggal 17 Agustus 2024 yang lalu, kita baru merayakan hari kemerdekaan bangsa kita yang ke-79. Demi menjaga aset perjuangan yang dilakukan para pahlawan dulu, maka dalam mengisi kemerdekaan ini seyogyanya kita bisa memaknainya dengan sebaik mungkin.
Pada bahasa Arab, kemerdekaan berasal dari kata “al-Istiqlal”. Sementara dalam padanan kata bebas kemerdekaan juga disebut dengan istilah “al-Hurr” dan bentuk kata kerjanya adalah “al-Hurriyah”.
Terlepas dari apa pun pemaknaannya, kemerdekaan adalah anugerah yang sangat berharga. Tidak hanya dalam konteks bernegara, tetapi juga dalam kehidupan spiritual dan sosial seorang Muslim.
Lihat Juga :