Sejarah Pertempuran Ain Jalut, Momen Pasukan Muslim Hancurkan Tentara Mongol di Palestina

Jum'at, 06 September 2024 - 11:16 WIB
Sultan Qutuz menyiasatkan taktik klasik berupa serang-lari-sergap. Teknisnya, pasukan kecil Mamluk ditempatkan berada di garis depan. Setelahnya, mereka perlahan mundur dan berpura-pura lari ke belakang.

Nantinya, ketika pasukan Mongol mengejar mereka, akan muncul sergapan gerombolan besar pasukan Mamluk lainnya. Dengan siasat ini, tentara Mongol kelimpungan dan kaget melihat banyaknya pasukan Muslim yang bersembunyi.

Sempat melawan dengan caranya yang barbar, Mongol tetap kalah. Sebagian kecil yang berhasil selamat langsung kabur. Namun, tidak untuk Katbugha yang menjadi panglimanya.

Dia tetap melawan sampai akhirnya tertangkap dan dipenggal. Kemenangan pasukan Muslim Mamluk ini menandai kekalahan memalukan bangsa Mongol yang sebelumnya dikenal bengis dan tak terkalahkan.

Pada pertempuran Ain Jalut, Dinasti Mamluk keluar sebagai pemenang. Namun, sebagai gantinya mereka kehilangan banyak pasukan.

Setelah kekalahan memalukan di Ain Jalut, bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan tidak terima. Mereka pun berencana balas dendam dan mengerahkan tentara dalam jumlah sangat besar.

Akan tetapi, takdir berkata lain. Waktu itu, Berke Khan dari Golden Horde telah memeluk Islam dan justru berbalik membantu kaum Muslim.

Momen tersebut mulai memecah kekuatan bangsa Mongol yang sebelumnya sangat kuat dan solid. Seiring waktu, kekuatan mereka mulai melemah hingga akhirnya benar-benar runtuh.

Demikian ulasan mengenai sejarah pertempuran Ain Jalut antara pasukan Muslim Mamluk dengan tentara Mongol.

Baca juga: Kisah Heroik Saifuddin Al-Qutuz Hancurkan Pasukan Mongol di Ain Jalut
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!