Nabi Palsu: Dari Mirza Ghulam Ahmad si Nabi Kecil sampai Joseph Smith

Jum'at, 13 September 2024 - 17:46 WIB
Buku itu ditulis oleh banyak Nabi kuno dengan roh kenabian dan wahyu. Kata-kata mereka, tertulis pada lempengan- lempengan emas, dikutip dan diringkas oleh seorang nabi dan ahli sejarah, bernama Mormon...

Puncak kejadian yang tercatat dalam Buku Mormon ialah kependetaan pribadi Tuhan Yesus Kristus di kalangan kaum Nephites segera setelah kebangkitannya kembali. Buku itu mengemukakan doktrin-doktrin gospel, memberi garis besar

rencana penyelamatan, dan memberi tahu manusia apa yang harus mereka kerjakan untuk memperoleh kedamaian dalam hidup ini dan keselamatan abadi dalam hidup yang akan datang.

Setelah Mormon menyelesaikan tulisannya, ia menyerahkan cerita itu kepada anaknya Moroni, yang menambahkan beberapa kata dari dirinya sendiri dan menyembunyikan lempengan-lempengan tadi di bukit Cumorah. Pada tanggal 21 September 1323, Moroni itu sendiri, yang saat itu merupakan makhluk yang dimuliakan dan dibangkitkan kembali, menampakkan diri pada Nabi Joseph Smith dan mengajarinya berkenaan dengan catatan kuna itu serta penerjemahannya yang mesti terjadi ke dalam bahasa Inggris.

Selanjutnya lempengan-lempengan tersebut diberikan kepada Joseph Smith, yang menerjemahkannya dengan anugerah dan kekuatan dari Tuhan. Catatan itu sekarang diterbitkan dalam banyak bahasa sebagai saksi baru dan tambahan bahwa Yesus Kristus adalah Putera dari Tuhan yang hidup dan semua orang yang bersedia datang kepadanya serta menaati hukum-hukum dan ajaran-ajaran gospelnya akan terselamatkan.

Baca juga: Dendam Perempuan, Nabi Palsu dari Banu Tamim

Sebagaimana telah disaksikan oleh sejarah, kehadiran baik Mirza maupun Smith tidak meninggalkan dampak sosial dan spiritual dengan keluasan dan kedalaman seperti yang biasanya ditinggalkan oleh para Nabi terdahulu. Karena itu bagi hampir seluruh kaum Muslim klaim Mirza akan kenabian itu harus ditolak (atau ditafsirkan kembali seperti dilakukan oleh sebagian pengikutnya sendiri dari versi Lahore); dan bagi hampir semua kaum Kristen klaim Joseph Smith pun ditolak, dan kaum Mormon diakui hanya sebagai salah satu saja dari puluhan atau ratusan sekte dan denominasi dalam agama Kristen.

Logika Klaim Kenabian

Klaim kenabian atau, apalagi, kerasulan, akan menimbulkan masalah dalam masyarakat, karena logika setiap klaim kenabian atau kerasulan tentu menuntut kepada setiap orang untuk menerima, membenarkan dan "beriman" kepada pengaku itu. Ghulam Ahmad, misalnya, memperlihatkan gejala ini, seperti dengan jelas bisa dipahami dari pernyataan berikut:

"Setelah secara singkat menggambarkan klaim al-Masih Yang Dijanjikan (the Promised Messiah), Pendiri Gerakan Ahmadiyah, saya ingin menerangkan kriteria umum yang dengan itu kebenaran pengaku (kenabian) serupa itu bisa dinilai," ujar Cak Nur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!