Ketika Kamala Harris dan Donald Trump Sama-Sama Mengklaim Cinta Zionis

Minggu, 15 September 2024 - 05:35 WIB
Trump sebagai seorang Republikan dan Harris sebagai seorang Demokrat mengikuti garis partai mereka tentang cara mendukung pendudukan Israel dengan satu-satunya perbedaan adalah pada metode terbaik untuk memastikan kelangsungan hidup pendudukan ilegal tersebut.

Selama beberapa dekade terakhir, solidaritas dan hubungan AS dengan pendudukan Israel telah dikenal baik di mata publik global dan juga didokumentasikan dengan baik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Perbedaannya bukanlah siapa yang mendukung pendudukan Israel dan siapa yang menentangnya. Tidak ada.

Perbedaan antara Zionis yang memerintah Palestina yang diduduki dan gerakan Zionis global, dengan kantor pusatnya di Washington DC, condong pada cara terbaik untuk melayani kepentingan Israel dan kelangsungan hidup pendudukan.

Baca juga: 4 Strategi Kamala Harris Ala Jaksa Melawan Donald Trump

Ada garis tipis antara kubu AS-Israel dan kubu AS-Zionis. Partai Demokrat telah mewakili gerakan Zionis global (yang sebagian besar berbasis di AS). Partai Republik lebih berpihak pada orang Israel yang memerintah di Tel Aviv.

Hubungan Benjamin Netanyahu dengan AS, pasca-7 Oktober, dan perjalanannya baru-baru ini ke Washington menggarisbawahi margin ini dan hubungan antara AS dan pendudukan Israel.

Setelah keberhasilan gerakan Zionis mendirikan entitas pendudukan Israel pada tahun 1948, orang asing dari seluruh dunia menanggapi panggilan untuk bermigrasi ke Palestina.

Sistem keuangan didirikan yang memungkinkan orang asing ini untuk menetap di Palestina yang diduduki dan berkembang dengan mengorbankan penduduk asli di tanah tersebut.

Para pemukim ini kemudian menduduki posisi otoritas di tanah yang diduduki, mendirikan perusahaan, lembaga, dan posisi otoritas, dan lain-lain, yang menghasilkan apa yang dapat disebut sebagai "kepentingan Israel".

Baca juga: Eks Penasihat Biden Ramal Kamala Harris Bakal Kalahkan Donald Trump

Hal ini disorot di dalam tanah yang diduduki, dengan pemilihan umum yang memungkinkan ideologi Zionis berkembang dengan ambisi yang tajam, tekad, serta ekstremisme di tengah retorika pembunuhan dan pemindahan warga Palestina. Proses pemilihan umum yang menghasilkan sistem politik Israel, yang mengawasi kepentingan dan opini Israel yang melayani pendudukan.

Hal ini tidak mesti selalu dikaitkan dengan gerakan Zionis global yang mewakili cita-cita para pendiri Zionisme, pandangan mereka, dan mereka yang melindungi, mendukung, dan mendanai gerakan tersebut atau para pengawalnya yang memandang Zionisme sebagai alat imperialisme.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!