Kisah Tragis Suksesi Kekhalifahan di Bani Umayyah setelah Yazid bin Abdul Malik
Senin, 23 September 2024 - 05:15 WIB
Baca juga: Kisah Bani Umayyah dalam Tafsir Surat Al-Qadar
Dalam rangka menutupi kekurangan kas Baitul Mal Hisyam menetapkan beban pajak yang cukup memberatkan kepada kaum Mawali, yang sudah dihapuskan dulu pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Hal itu membuat mereka kaget karena jumlahnya yang cukup besar yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Akibat dari kebijaksanaan Hisyam itu, membuat kaum Mawali memberontak.
Bangkitlah al-Harits bin Suraij memberontak dengan semboyan memerangi kaum Umaiyah (Arab) orang-orang yang menzalimi mereka.
Selain itu, Hisyam pun cukup dendam kepada kaum Alawi (Syi’ah) dan menghukum mereka setiap ada kesempatan. Sebagai contoh adalah hukuman yang ditimpakannya kepada Yazid dan Yahya, dua putra Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib.
Faktor-faktor di atas mengakibatkan timbulnya pemberontakan-pemberontakan yang terus menerus dari kaum Persia, Syi’ah yang mengakibatkan kehancuran pemerintahannya.
Al-Walid bin Yazid menggantikan Hisyam sebagai Khalifah atas penunjukan ayahnya Yazid sesudah Hisyam.
Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?
Al-Walid sama dengan ayahnya Yazid mempunyai sifat berfoya-foya, bermental bejat, dikelilingi dayang-dayang. Dia dapat menghabiskan harta benda yang melimpah ruah yang diwariskan Hisyam. Akibat perilakunya yang buruk itu dia dibunuh oleh Yazid bin al-Walid.
Selanjutnya, Yazid bin al-Walid menggantikan al-Walid bin Yazid hanya memerintah lima bulan karena penduduk Hims memberontak kepadanya dan menuntut bela atas kematian al-Walid yang membawa kepada kematiannya.
Dalam rangka menutupi kekurangan kas Baitul Mal Hisyam menetapkan beban pajak yang cukup memberatkan kepada kaum Mawali, yang sudah dihapuskan dulu pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Hal itu membuat mereka kaget karena jumlahnya yang cukup besar yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Akibat dari kebijaksanaan Hisyam itu, membuat kaum Mawali memberontak.
Bangkitlah al-Harits bin Suraij memberontak dengan semboyan memerangi kaum Umaiyah (Arab) orang-orang yang menzalimi mereka.
Selain itu, Hisyam pun cukup dendam kepada kaum Alawi (Syi’ah) dan menghukum mereka setiap ada kesempatan. Sebagai contoh adalah hukuman yang ditimpakannya kepada Yazid dan Yahya, dua putra Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib.
Faktor-faktor di atas mengakibatkan timbulnya pemberontakan-pemberontakan yang terus menerus dari kaum Persia, Syi’ah yang mengakibatkan kehancuran pemerintahannya.
Al-Walid bin Yazid menggantikan Hisyam sebagai Khalifah atas penunjukan ayahnya Yazid sesudah Hisyam.
Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?
Al-Walid sama dengan ayahnya Yazid mempunyai sifat berfoya-foya, bermental bejat, dikelilingi dayang-dayang. Dia dapat menghabiskan harta benda yang melimpah ruah yang diwariskan Hisyam. Akibat perilakunya yang buruk itu dia dibunuh oleh Yazid bin al-Walid.
Selanjutnya, Yazid bin al-Walid menggantikan al-Walid bin Yazid hanya memerintah lima bulan karena penduduk Hims memberontak kepadanya dan menuntut bela atas kematian al-Walid yang membawa kepada kematiannya.
Lihat Juga :