3 Pahlawan Islam Penakluk Eropa: Pidato Thariq bin Ziyad yang Menggetarkan
Rabu, 02 Oktober 2024 - 05:35 WIB
Baca juga: Kisah Thariq bin Ziyad Beserta 7.000 Pasukan Islam Menaklukkan Toledo
Sebelum memulai pertempuran, Thariq berdiri di hadapan para pasukan dan berpidato, mendorong mereka agar berjihad di jalan Allah.
Isi berpidatonya, antara lain:
“Wahai manusia! Hendak ke mana kalian melarikan diri? Laut kini berada di belakang kalian, dan musuh pun berada di depan kalian! Demi Allah tidak ada pilihan bagi kalian, kecuali jujur dan sabar! Ketahuilah! Sesungguhnya kalian di pulau ini lebih terhina dari anak-anak yatim di dalam tempat yang paling rendah.
Sungguh musuh kalian telah menyongsong dengan pasukan tentara, dengan senjata, dan dengan kekuatan yang melimpah. Sedangkan kalian tidak mempunyai perisai melainkan hanya pedang dan kalian juga tidak mempunyai kekuatan kecuali kalian dapat merebut apa yang dimiliki musuh”.
“Jika hari-hari berkepanjangan sementara kalian dalam keadaan terdesak dan sesuatu apa pun tidak berhasil diraih, niscaya kehebatan kalian pasti lenyap, dan hati mereka yang ciut karena berhadapan dengan kalian akan berubah menjadi berani menghadapi kalian."
"Sungguh aku tidak memperingatkan kalian dengan suatu peringatan, sedangkan aku berlepas diri dari padanya. Aku membawa kalian dengan diriku sebagai pelaku pertama…
"Ketahuilah! Al-Walid bin Abdil Malik, Amir al-Mukminin, telah memilih kalian sebagai para pahlawan yang gagah berani. Dia menyukai kalian agar para penguasa pulau ini menjadi mertua atau menantu kalian. Begitu juga agar beroleh pahala dari Allah atas jasa kalian dalam upaya meninggikan kalimat dan menyebarkan agama-Nya di pulau ini..”
Baca juga: Reconquista: Ini Kenapa Thariq bin Ziyad Mudah Menaklukkan Gibraltar
Dalam pertempuran di suatu tempat bernama Wadi Bakkah, Raja Roderiq dapat diserang dan dipukul dengan pedang Thariq. Ia terbunuh dan pasukannya dikalahkan. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting lainnya, seperti Cordova, Granada, dan Toledo (ibu kota kerajaan Ghathia saat itu).
Sebelum memulai pertempuran, Thariq berdiri di hadapan para pasukan dan berpidato, mendorong mereka agar berjihad di jalan Allah.
Isi berpidatonya, antara lain:
“Wahai manusia! Hendak ke mana kalian melarikan diri? Laut kini berada di belakang kalian, dan musuh pun berada di depan kalian! Demi Allah tidak ada pilihan bagi kalian, kecuali jujur dan sabar! Ketahuilah! Sesungguhnya kalian di pulau ini lebih terhina dari anak-anak yatim di dalam tempat yang paling rendah.
Sungguh musuh kalian telah menyongsong dengan pasukan tentara, dengan senjata, dan dengan kekuatan yang melimpah. Sedangkan kalian tidak mempunyai perisai melainkan hanya pedang dan kalian juga tidak mempunyai kekuatan kecuali kalian dapat merebut apa yang dimiliki musuh”.
“Jika hari-hari berkepanjangan sementara kalian dalam keadaan terdesak dan sesuatu apa pun tidak berhasil diraih, niscaya kehebatan kalian pasti lenyap, dan hati mereka yang ciut karena berhadapan dengan kalian akan berubah menjadi berani menghadapi kalian."
"Sungguh aku tidak memperingatkan kalian dengan suatu peringatan, sedangkan aku berlepas diri dari padanya. Aku membawa kalian dengan diriku sebagai pelaku pertama…
"Ketahuilah! Al-Walid bin Abdil Malik, Amir al-Mukminin, telah memilih kalian sebagai para pahlawan yang gagah berani. Dia menyukai kalian agar para penguasa pulau ini menjadi mertua atau menantu kalian. Begitu juga agar beroleh pahala dari Allah atas jasa kalian dalam upaya meninggikan kalimat dan menyebarkan agama-Nya di pulau ini..”
Baca juga: Reconquista: Ini Kenapa Thariq bin Ziyad Mudah Menaklukkan Gibraltar
Dalam pertempuran di suatu tempat bernama Wadi Bakkah, Raja Roderiq dapat diserang dan dipukul dengan pedang Thariq. Ia terbunuh dan pasukannya dikalahkan. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting lainnya, seperti Cordova, Granada, dan Toledo (ibu kota kerajaan Ghathia saat itu).
Lihat Juga :