7 Macam Wirid Menurut Sayyid Abdullah Al-Haddad

Selasa, 15 Oktober 2024 - 15:38 WIB
2. Wirid membaca Al-Qur'an sebaiknya paling sedikit dalam sehari semalam kita membaca Al-Quran sebanyak 1 juz (one day one juz), sehingga dalam sebulan bisa khatam 30 juz. Atau membaca surat-surat tertentu pada waktu-waktu tertentu, seperti surat As-Sajadah , surat Al-Mulk , surat Al-Waqi’ah , surat Al-Kahfi , surat Al-Baqarah ayat 285-286, surat Al-Ikhlas , Al-Falaq dan An-Nas , dan sebagainya.

3. Wirid berupa mempelajari ilmu yang bermanfaat. Yang dimaksud dengan ilmu bermanfaat dalam hal ini adalah ilmu-ilmu yang menambah pengetahuan kita tentang Allah, hal-hal yang diperintahkan-Nya, hal-hal yang dilarang-Nya dan ilmu yang dapat mendorong kita meraih kebahagiaan akhirat.

Dengan kata lain ilmu bermafaat yang dimaksud dalam hal ini adalah ilmu akidah, syariah dan akhlak. Ilmu-ilmu ini sebaiknya dipelajari setiap hari sebagai wiridan.

4. Wirid berupa membaca kitab-kitab tafsir, hadis dan tasawuf. Sayyid Abdullah Al-Haddad mendorong kita untuk memperbanyak membaca kitab-kitab tafsir, hadis, dan tasawuf.

Baca juga: Doa dan Wirid Akhir Tahun Hijriah

Khusus terkait kitab tasawuf, beliau memberikan catatan untuk tidak membaca kitab-kitab atau risalah yang ditulis oleh para tokoh sufi tertentu, seperti Syaikh Muhammad bin Arabi atau yang lebih dikenal dengan Ibnu Arabi yang berisi hal-hal yang samar dan hakikat-hakikat pengetahuan yang tidak jelas, karena dikhawatirkan menimbulkan pemahaman yang salah bagi pembacanya.

Kitab berjudul Al-Mi’raj wal Madhnun karangan Imam Al-Ghazali juga disarankan untuk tidak dibaca. Demikian pula kitab-kitab yang berisi aliran hulul dan ittihad juga disarankan dihindari untuk dibaca demi keselamatan.

5. Wirid zikir. Dalam hal ini adalah zikir yang terikat dengan waktu dan bilangan tertentu yang dilakukan dengan hati dan lisan secara bersama-sama. Misalnya adalah taqdis (pengkudusan Allah dengan mengucapkan subhanal malikil quddus) dan tauhid (pengesaan Allah) serta tahlil dengan mengucapkan La ilaha illallah).

Dalam merutinkan wirid ini supaya dilakukan dengan duduk dalam keadaan suci dari hadats besar maupun kecil, di tempat yang sunyi dengan menghadap kiblat, seluruh anggota badan hendaknya tenang dengan kepala menunduk, dan mengingat Allah dengan hati yang hadir.

6. Wirid dzikir, doa dan selawat setelah salat. Di antara zikir dan doa setelah salat yang paling utama dan dianjurkan oleh Nabi adalah doa sebagai berikut:

اللّهُـمَّ أَعِـنِّي عَلـى ذِكْـرِكَ وَشُكْـرِك ، وَحُسْـنِ عِبـادَتِـك
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!