Tanda-Tanda Cinta Dunia: Tamak akan Kedudukan, Rakus terhadap Kepemimpinan
Rabu, 16 Oktober 2024 - 14:53 WIB
Oleh karena itu, orang yang berakal tidak akan tamak terhadap kenikmatan yang sifatnya sementara, yang banyak menimbulkan kerugian.
Di antara kemaksiatan hati yang dianggap besar ialah rasa putus asa dari rahmat Allah SWT. "... dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." ( QS Yusuf : 87)
Baca juga: Kemaksiatan Hati yang Dianggap Besar: Cinta Dunia dan Takut Mati
"Ibrahim berkata, "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat." (QS al-Hijr: 56)
Merasa Aman dari Azab
Termasuk dalam kemaksiatan hati yang besar juga ialah merasa aman dan azab Allah SWT. Allah SWT berfirman: "Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." ( QS Al-A'raf : 99)
Kemaksiatan besar lainnya ialah merasa senang apabila kekejian menyebar di dalam kaum Mukmin. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat..." ( QS an-Nur : 19)
Itulah sebagian kemaksiatan besar yang dilakukan oleh hati manusia atau hal-hal yang dapat membinasakan kehidupannya, dan hanya sedikit sekali orang yang peduli terhadapnya karena mereka lebih memperhatikan kepada amalan-amalan lahiriah, berupa ketaatan yang dianjurkan dan kemaksiatan yang dilarang.
Baca juga: Riya, Kemaksiatan Hati yang Menghapus Amal Kebaikan
Kemaksiatan hati itulah yang oleh Imam Ghazali dinamakan dengan hal-hal yang merusak (al-muhlikat). Dia mengkhususkan pembahasan mengenai hal ini tiga perempat bukunya, Ihya' 'Ulum al-Din . Maka betapa indahnya bila pemeluk agama ini dan para dainya memberikan perhatian kepada apa yang diutamakan oleh agama ini, sehingga mereka mau mengerahkan pikiran dan perasaannya kepada pendidikan dan pengajaran.
Di antara kemaksiatan hati yang dianggap besar ialah rasa putus asa dari rahmat Allah SWT. "... dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." ( QS Yusuf : 87)
Baca juga: Kemaksiatan Hati yang Dianggap Besar: Cinta Dunia dan Takut Mati
"Ibrahim berkata, "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat." (QS al-Hijr: 56)
Merasa Aman dari Azab
Termasuk dalam kemaksiatan hati yang besar juga ialah merasa aman dan azab Allah SWT. Allah SWT berfirman: "Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." ( QS Al-A'raf : 99)
Kemaksiatan besar lainnya ialah merasa senang apabila kekejian menyebar di dalam kaum Mukmin. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat..." ( QS an-Nur : 19)
Itulah sebagian kemaksiatan besar yang dilakukan oleh hati manusia atau hal-hal yang dapat membinasakan kehidupannya, dan hanya sedikit sekali orang yang peduli terhadapnya karena mereka lebih memperhatikan kepada amalan-amalan lahiriah, berupa ketaatan yang dianjurkan dan kemaksiatan yang dilarang.
Baca juga: Riya, Kemaksiatan Hati yang Menghapus Amal Kebaikan
Kemaksiatan hati itulah yang oleh Imam Ghazali dinamakan dengan hal-hal yang merusak (al-muhlikat). Dia mengkhususkan pembahasan mengenai hal ini tiga perempat bukunya, Ihya' 'Ulum al-Din . Maka betapa indahnya bila pemeluk agama ini dan para dainya memberikan perhatian kepada apa yang diutamakan oleh agama ini, sehingga mereka mau mengerahkan pikiran dan perasaannya kepada pendidikan dan pengajaran.
(mhy)
Lihat Juga :