10 Ayat Pertama Surat Yasin Beserta Kandungannya, Yuk Simak!
Kamis, 31 Oktober 2024 - 13:38 WIB
Terjemahan: agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
Latin: Laqad haqqal qawlu 'alaaa aksarihim fahum laa yu'minuun
Terjemahan: Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
Latin: Innaa ja'alnaa fiii a'naaqihim aghlaalan fahiya ilal azqooni fahum muqmahuun
Terjemahan: Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.
Latin: Wa ja'alnaa mim baini aydiihim saddanw-wa min khalfihim saddan fa aghshai naahum fahum laa yubsiruun
Terjemahan: Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
Latin: Wa sawaaa'un 'alaihim 'a-anzartahum am lam tunzirhum laa yu'minuun
Terjemahan: Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga.
Pendapat lain, kata “ya sin” adalah ringkasan dari kalimat "Ya Sayidal Basyar", yakni Nabi Muhammad sendiri. Terlepas dari apa pun itu, ulama menyerahkan arti “ya sin” kepada Allah Swt.
Hal tersebut mencakup keseluruhan Al Qur’an meski ditinjau dari segi apa pun. Baik itu berupa lafadz, tujuan, hikmah, kisah, hukumnya, dan lain-lain.
لَقَدۡ حَقَّ الۡقَوۡلُ عَلٰٓى اَكۡثَرِهِمۡ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ
Latin: Laqad haqqal qawlu 'alaaa aksarihim fahum laa yu'minuun
Terjemahan: Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
اِنَّا جَعَلۡنَا فِىۡۤ اَعۡنَاقِهِمۡ اَغۡلٰلًا فَهِىَ اِلَى الۡاَ ذۡقَانِ فَهُمۡ مُّقۡمَحُوۡنَ
Latin: Innaa ja'alnaa fiii a'naaqihim aghlaalan fahiya ilal azqooni fahum muqmahuun
Terjemahan: Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.
وَجَعَلۡنَا مِنۡۢ بَيۡنِ اَيۡدِيۡهِمۡ سَدًّا وَّمِنۡ خَلۡفِهِمۡ سَدًّا فَاَغۡشَيۡنٰهُمۡ فَهُمۡ لَا يُبۡصِرُوۡنَ
Latin: Wa ja'alnaa mim baini aydiihim saddanw-wa min khalfihim saddan fa aghshai naahum fahum laa yubsiruun
Terjemahan: Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
وَسَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَاَنۡذَرۡتَهُمۡ اَمۡ لَمۡ تُنۡذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ
Latin: Wa sawaaa'un 'alaihim 'a-anzartahum am lam tunzirhum laa yu'minuun
Terjemahan: Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga.
Kandungan 10 Ayat Pertama Surat Yasin
1. Ayat 1
Mengacu riwayat Ibnu 'Abbas, diketahui keterangan bahwa kata “ya sin” bermakna “ya insan” (wahai manusia) yakni ditujukan kepada Nabi Muhammad. Sementara Malik yang meriwayatkan dari Zaid bin Aslam menyebut arti “ya sin” sebagai dari nama-nama Allah.Pendapat lain, kata “ya sin” adalah ringkasan dari kalimat "Ya Sayidal Basyar", yakni Nabi Muhammad sendiri. Terlepas dari apa pun itu, ulama menyerahkan arti “ya sin” kepada Allah Swt.
2. Ayat 2
Pada ayat kedua, disebutkan “Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah”. Sejumlah ahli tafsir mengartikan kata "hikmah" di sini bisa sebagai muhkam atau ketetapan yang telah pasti benarnya dan tidak mungkin terdapat di dalamnya sesuatu yang batil (tidak benar).Hal tersebut mencakup keseluruhan Al Qur’an meski ditinjau dari segi apa pun. Baik itu berupa lafadz, tujuan, hikmah, kisah, hukumnya, dan lain-lain.
3. Ayat 3
Melalui ayat ini, ditekankan bahwa Nabi Muhammad merupakan salah seorang di antara para rasul Allah yang diutus membawa kebenaran. Hal ini juga menjadi penolakan tegas terhadap orang-orang yang tidak mempercayai beliau sebagai rasul Allah.4. Ayat 4
Ayat keempat yang berbunyi “(yang berada) di atas jalan yang lurus” ini menegaskan bahwa Rasulullah berada pada jalan yang lurus. Lagi, konteksnya adalah penegasan bahwa agama dan syariat yang dibawa Nabi Muhammad itu adalah benar, lurus, dan murni berasal dari Allah.5. Ayat 5
Ayat kelima punya arti “(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Penyayang”. Ayat ini secara tegas menyampaikan kedudukan Al-Qur'an sebagai kitab suci yang berasal dari Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Penyayang, serta bukan hasil karangan manusia.Lihat Juga :