Terbentuknya Daulah Utsmaniyah: Pada Mulanya Mengabdi ke Turki Seljuk

Rabu, 27 November 2024 - 17:59 WIB
Sejak saat inilah Daulah Turki Utsmani resmi berdiri di Asia Kecil dengan Sultan pertamanya Utsman I.

Semenjak Utsman menyatakan dirinya sebagai raja besar Daulah Utsmani pada tahun 699 H/1300 M di daerah tersebut, maka Sultan mengirim surat kepada raja-raja tetangganya; kepada mereka diberi kesempatan memilih satu di antara tiga,; pertama, masuk Islam, kedua, membayar upeti, dan ketiga, perang.

Segera setelah itu, di antara raja-raja tersebut ada langsung tunduk dan bergabung dengannya, sehingga wilayahnya bertambah luas.

Baca juga: Yahudi Ezkinaz, Dalang di Balik Runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah

Selanjutnya Sultan Utsman I melakukan perluasan wilayah. Pertama-tama ia menyerang daerah perbatasan Byzantium dan menaklukkan Kota Broessa tahun 1317 M kemudian pada tahun 1326 M dijadikannya sebagai ibu kota Daulah Turki Utsmani.

Utsman I meninggal dunia tahun 1326 M dan digantikan oleh Orkhan (1326-1359 M). Pada masa pemerintahannya, Daulah Turki Utsmani dapat menaklukkan Azmir (Smirna) pada tahun 1327 M, Thawasyanli (1330 M), Iskandar (1338 M), Ankara (1354 M), dan Gallipoli (3156 M).

Daerah ini adalah bagian dari Benua Eropa yang pertama kali ditaklukkan Daulah Turki Utsmani.

Perluasan wilayah semakin dikembangkan lagi ketika Murad I, pengganti Orkhan berkuasa (1359-1389 M). Selain dapat memantapkan keamanan dalam negeri, ia juga melakukan perluasan daerah ke Benua Eropa.

Ia dapat menaklukkan Adrianopel – yang kemudian dijadikannya sebagai ibu kota Daulah yang baru -Macedonia, Sopia (ibu kota Remulia), Salonia, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani.

Dengan ditaklukkannya kota-kota tersebut Daulah Turki Utsmani telah memegang “kunci lalulintas” yang menghubungkan kerajaan-kerajaan Serbia, Bulgaria dengan Byzantium di Konstantinopel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!