Sejarah Daulah Safawiyah di Persia: Bermula dari Gerakan Tarekat
Rabu, 11 Desember 2024 - 05:15 WIB
Gerakan Safawiyah selanjutnya bertambah luas dan berkembang sehingga yang pada mulanya hanya gerakan keagamaan saja berkembang dan bertambah menjadi gerakan politik.
Gerakan kepemimpinan Safawiyah selanjutnya berada di tangan Ismail yang saat itu masih berusia tujuh tahun. Dia bersama pasukannya bermarkas di Gillan selama lima tahun mempersiapkan kekuatan dan mengadakan hubungan dengan pengikutnya yang berada di Azerbaijan, Syria dan Anatolia.
Pasukan yang dipersiapkan itu diberi nama “pasukan Qizilbash”.
Di bawah pimpinan Ismail, pada tahun 1501 M pasukan Qizilbash menyerang dan mengalahkan AK Koyunlu di Sharur dekat Nakhchivan.
Pasukan ini terus berusaha memasuki dan menaklukkan Tabriz, ibu kota AK Koyunlu dan berhasil merebut dan mendudukinya. Di kota ini, pada tahun 1501 M, Ismail memproklamirkan berdirinya Daulah Safawiyah dan dirinya sebagai raja pertama dengan ibu kotanya Tabriz.
Maka dapat dilihat bahwa dalam tubuh organisasi Safawiyah terjadi perubahan seiring dengan adanya pergantian jabatan.
Baca juga: Kesultanan Mughal, Negeri Islam yang Didirikan Keturunan Jengis Khan
Pada mulanya hanya sebuah organisasi yang mengorganisir anggotanya untuk meniti jalan hidup yang murni di bidang tasawuf. Kemudian berubah menjadi gerakan keagamaan yang sangat berpengaruh di Persia.
Selanjutnya di tangan Ismail, telah berubah pula ke arah gerakan politik yang beroreintasi kepada kekuasaan.
Demikianlah sejarah lahirnya Daulah Safawiyah yang pada mulanya merupakan suatu aliran yang bersifat keagamaan berpaham Syi'ah. Kemudian akhirnya menjadi Daulah besar yang sangat berjasa dalam memajukan peradaban Islam, waalaupun tidak dapat menyamai Daulah Abbasiyah di Baghdad, Daulah Umayyah di Spanyol dan Daulah Fatimiah di Mesir pada waktu jayanya ketiga Kerajaan tersebut.
Gerakan kepemimpinan Safawiyah selanjutnya berada di tangan Ismail yang saat itu masih berusia tujuh tahun. Dia bersama pasukannya bermarkas di Gillan selama lima tahun mempersiapkan kekuatan dan mengadakan hubungan dengan pengikutnya yang berada di Azerbaijan, Syria dan Anatolia.
Pasukan yang dipersiapkan itu diberi nama “pasukan Qizilbash”.
Di bawah pimpinan Ismail, pada tahun 1501 M pasukan Qizilbash menyerang dan mengalahkan AK Koyunlu di Sharur dekat Nakhchivan.
Pasukan ini terus berusaha memasuki dan menaklukkan Tabriz, ibu kota AK Koyunlu dan berhasil merebut dan mendudukinya. Di kota ini, pada tahun 1501 M, Ismail memproklamirkan berdirinya Daulah Safawiyah dan dirinya sebagai raja pertama dengan ibu kotanya Tabriz.
Maka dapat dilihat bahwa dalam tubuh organisasi Safawiyah terjadi perubahan seiring dengan adanya pergantian jabatan.
Baca juga: Kesultanan Mughal, Negeri Islam yang Didirikan Keturunan Jengis Khan
Pada mulanya hanya sebuah organisasi yang mengorganisir anggotanya untuk meniti jalan hidup yang murni di bidang tasawuf. Kemudian berubah menjadi gerakan keagamaan yang sangat berpengaruh di Persia.
Selanjutnya di tangan Ismail, telah berubah pula ke arah gerakan politik yang beroreintasi kepada kekuasaan.
Demikianlah sejarah lahirnya Daulah Safawiyah yang pada mulanya merupakan suatu aliran yang bersifat keagamaan berpaham Syi'ah. Kemudian akhirnya menjadi Daulah besar yang sangat berjasa dalam memajukan peradaban Islam, waalaupun tidak dapat menyamai Daulah Abbasiyah di Baghdad, Daulah Umayyah di Spanyol dan Daulah Fatimiah di Mesir pada waktu jayanya ketiga Kerajaan tersebut.
(mhy)
Lihat Juga :