5 Hadis tentang Pemimpin yang Adil dan Amanah, Celakanya Pemimpin yang Mengkhianati Rakyatnya

Jum'at, 20 Desember 2024 - 06:21 WIB

5. Pemimpin yang Khianat

Terakhir dalam hadis tentang kepemimpinan, terdapat bahayanya mengkhianati rakyat sebagai pemimpin sebagaimana bunyi hadits riwayat Bukhari No.7150 dan Muslim No.142 :

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً, يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ, وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ, إِلَّا حَرَّمَ اَللَّهُ عَلَيْهِ اَلْجَنَّةَ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ


Dari Ma’qil Bin Yasâr Radhiyallahu anhu berkata, aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Allâh untuk memimpin bawahannya yang pada hari kematiannya ia masih berbuat curang atau menipu rakyatnya, melainkan Allâh mengharamkan surga atasnya. (Bukhari No.7150 dan Muslim No.142).

Hadis tentang kepemimpinan mengingatkan kita bahwa menjadi pemimpin adalah tugas besar yang harus dilaksanakan secara adil, amanah, dan bertanggung jawab. Lima hadis yang dibahas dalam artikel ini memberikan panduan berharga tentang bagaimana pemimpin harus bertindak dan memenuhi tanggung jawab mereka.

Kepemimpinan dalam Islam tidak hanya sekadar kekuasaan tetapi juga tentang pengabdian kepada masyarakat dan tanggung jawab kepada Allah SWT. Dengan meneladani ajaran Nabi SAW dan menghayati nilai-nilai tersebut, maka setiap pemimpin dapat menjalankan perannya dengan bijaksana, memberi manfaat bagi orang yang dipimpinnya, dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.MG/Raffirabbani Panatamahdi Adizaputra

Baca juga: 5 Hadis tentang Menjaga Lisan dan Etika Berucap dalam Islam
(wid)
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:  Itu adalah shalatnya orang-orang munafik, itu adalah shalatnya orang-orang munafik, itu adalah shalatnya orang-orang munafik.  Salah seorang dari mereka duduk hingga sinar matahari telah menguning, tatkala itu ia sedang berada di antara dua tanduk setan atau pada dua tanduk setan.  Maka dia bengkit untuk shalat, dia shalat empat rakaat dengan sangat cepat (seperti burung mematuk makanan),  dia tidak mengingat Allah padanya kecuali sangat sedikit.

(HR. Sunan Abu Dawud No. 350)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More