5 Sebab Kenapa Manusia Berpenyakit Hasad dan Irihati

Selasa, 01 September 2020 - 15:07 WIB
Pertanyaan yang kerap timbul di benak adalah kenapa manusia mengalami penyakit irihati bahkan hasad atau dengki? Ada beberapa kemungkinan jawaban terhadap pertanyaan itu.

1. Kegagalan Manusia Mengukur Dirinya Sendiri.

Ma'rifatun nafs (tahu diri) akan mengantar kepada, antara lain kesadaran akan potensi atau kelebihan sekaligus kekurangan-kekurangan diri sendiri. Tahu diri menyadarkan kita akan potensi sekaligus keterbatasan yang ada pada diri masing-masing.

2. Ketidaktahun Akan Diri Sendiri.

Ketidaktahuan akan diri sendiri membawa kepada kegagalan menangkap setiap potensi (kelebihan) yang Allah karuniakan kepada manusia. Hal ini kemudian melahirkan kegagalan bersyukur. Orang yang gagal mensyukuri kelebihan yang Allah karuniakan pada dirinya akan merasa tidak memiliki. Dan pada akhirnya hanya mampu melihat kelebihan orang lain. Di sini ada dua kemungkinan yang dapat terjadi. Bisa bersikap positif dengan ikut bahagia dengan kebahagiaan orang lain. Atau menderita karena kebahagiaan (kelebihan) orang lain.

3. Perasaan "inability" (ketidakmampuan) Disikapi Secara Negatif.

Bukannya diterima sebagai kekurangan, dan dijadikan batu loncatan untuk perbaikan. Sebaliknya justru seringkali kekurangan-kekurangan itu ditutup dengan mengumbar kekurangan orang lain. Lebih tragis lagi ketika tidak menemukan kekurangan pada orang lain, akan digali hingga ke relung jiwa orang itu. Maksud saya kalau perlu demi melabelkan kesalahan pada orang lain, hatinya pun ikut dihakimi. Di sini kita lihat bagaimana hasad atau dengki, bahkan irihati sekalipun itu sering dijadikan tameng atau "taqiah" bagi kelemahan diri sendiri. Ketidak mampuan itu ditutupi dengan melimpahkan kesalahan yang diada-adakan atau dipaksakan pada orang lain.

4. Karena Ada Keinginan-keinginan Tertentu.

Sebagaimana kata orang, biasanya ada udang di balik batu. Irihati biasa terjadi karena ada keinginan-keinginan (saya istilahkan buruan) tertentu. Keinginan-keinginan itu terkadang dirasa terhambat, atau bahkan terancam dengan kelebihan orang lain. Maka timbullah prilaku kecurigaan-kecurigaan yang bukan-bukan pada orang lain tersebut. Karenanya hasad terjadi hakikatnya karena merasa buruannya terhalangi atau terancam.

5. Kegagalan Manusia Menangkap Kuasa Allah dalam Hidupnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!