Kisah Mengharukan Detik-Detik Jelang Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Rabu, 02 September 2020 - 15:01 WIB
“Wahai anak-anakku, sesungguhnya di hadapan kalian terpampang dua pilihan. Apakah kalian hidup berkecukupan namun ayahmu masuk neraka, ataukah kalian dalam keadaan fakir namun ayahmu masuk surga. Saya percaya bila kalian lebih memilih jika ayah kalian selamat dari neraka daripada kalian hidup kaya raya.”

Baca juga: Jangan Berharap Banyak, BLT Tak Mampu Dongkrak Konsumsi dan Redam Resesi

Beliau memperhatikan mereka dengan pandangan kasih sayang seraya berkata, “Berdirilah kalian, semoga Allah menjaga kalian, berdirilah kalian, semoga Allah melimpahkan rezeki kepada kalian…”



Lalu Maslamah menoleh kepada beliau dan berkata: “Saya memiliki sesuatu yang lebih baik dari itu wahai amirul mukminin!”

“Apakah itu wahai Maslamah?” tanya Khalifah.

“Saya memiliki 300.000 dinar…saya ingin menghadiahkan kepada Anda lalu bagilah untuk mereka, atau sedekahkanlah jika Anda menghendaki,” jawab Maslamah.

Baca juga: 3 Juta Pekerja Menanti Transferan BLT Tahap II, Menaker: Pastikan Rekening Masih Aktif

“Apakah engkau ingin yang lebih baik lagi dari usulmu itu wahai Maslamah?” tanya Khalifah lagi.

“Apakah itu wahai amirul mukminin?”

“Engkau kembalikan dari siapa barang itu diambil, karena kamu tidak memiliki atas barang tersebut,” ujarnya.

Maka meneteslan air mata Maslamah seraya berkata, “Semoga Allah merahmati Anda wahai amirul mukminin tatkala hidup ataupun sesudah meninggal… sungguh Anda melunakkan hati yang keras di antara kami, mengingatkan yang lupa di antara kami, Anda akan senantiasa menjadi peringatan bagi kami.”

Imam adz Dzahabi dalam Kitab Siyar A’lam an Nubala’ menyebutkan yang dimaksud Maslamah dengan melunakan hatinya, mungkin adalah kejadian suatu pagi seusai salat shubuh yang tak pernah dilupakannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!