Kisah Isra Mikraj : Nabi SAW Menjadi Imam Salat dan Diskusi tentang Kiamat dengan Para Rasul

Senin, 20 Januari 2025 - 05:15 WIB

3. Singgah di Baitul Maqdis

Nabi MUhammad SAW melanjutkan perjalanan bersama Jibril hingga sampai di lembah yang berada di Kota Baitul Maqdis. Di saat itu terlihatlah neraka Jahannam yang terbentang seperti permadani. Kemudian Nabi melanjutkan perjalanan bersama Jibril hingga sampai ke Baitul Maqdis dan memasukinya dari pintu kanan.

Kemudian Nabi turun dari Buroq dan dikaitkan di pintu masjid pada kaitan yang sama ketika para Nabi sebelumnya mengaitkan tunggangan mereka. Dalam riwayat lain, bahwa Jibril mendekati batu dan meletakkan jarinya kepada batu itu sampai tembus berlubang dan kemudian Buroq dikaitkan di lubang tersebut.

4. Jadi Imam Salat Bagi Para Rasul

Rasulullah memasuki masjid dari pintu yang matahari dan bulan condong ke arahnya. Kemudian Nabi dan Jibril salat dua rakaat dan tidak mengunggu lama berkumpullah manusia yang sangat banyak. Di antara mereka ada yang sedang salat berdiri, ada yang rukuk, dan sujud.

Kemudian Azan dan iqomah dikumandangkan. Mereka berdiri berbaris menunggu siapa yang akan mengimami mereka, lalu Jibril menggandeng tangan Rasulullah SAW dan menuntunnya ke bagian depan. Nabi mendirikan salat 2 rakaat sebagai imam bersama mereka.

Diriwayatkan dari Ka'ab bahwa Jibril mengumandangkan Adzan dan turunlah Malaikat dari langit dan Allah mengumpulkan seluruh Rasul dan para Nabi. Nabi Muhammad SAW menjadi imam bagi para Rasul, Nabi dan Malaikat. Setelah selesai salat, Jibril bertanya: "Wahai Muhammad! apakah engkau tahu siapa mereka yang salat di belakangmu? Nabi menjawab, "Tidak." Jibril berkata: "Mereka adalah seluruh Nabi dan Rasul yang telah diutus oleh Allah."

5. Pujian dari Para Nabi

Diriwayatkan di dalam hadis Abi Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim dan disahihkan Imam Al-Baihaqi: " Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan para arwah Nabi dan Rasul, kemudian mereka memuji kepada Allah. Berkata Nabi Ibrahim 'alaihis salam: "Segala puji bagi Allah yang menjadikanku sebagai Kholil-Nya (sahabat-Nya) dan memberiku kerajaan yang agung dan menjadikanku laksana umat yang kembali kepada Allah dan menjadikanku panutan yang diikuti dan telah menyalamatkanku dari api sehingga menjadikannya bagiku dingin dan penuh kedamaian."

Nabi Musa 'alaihissalam memuji kepada Allah. "Segala puji bagi Allah yang telah berfirman kepadaku secara langsung dan menjadikan kehancuran Fir'aun dan keselamatan Bani Israil karena sebab perjuangan tanganku. Dan menjadikan sekelompok dari umatku sebagai petunjuk akan kebenaran dan dengan kebenaran mereka berbuat adil."

Giliran Nabi Daud 'Alaihissalam memanjatkan pujian kepada Allah. "Segala puji bagi Allah yang menjadikan untukku kerajaan yang agung dan melunakkan besi dan menundukkan untukku gunung-gunung yang bertasbih dan juga burung, dan memberikanku hikmah dan Fashl Al Khithob."

Kemudian Nabi Sulaiman 'alaihissalam menyampaikan pujiannya kepada Allah. "Segala puji bagi Allah yang menundukkan untukku angin, menundukkan kepadaku setan-setan, mereka bekerja untukku apa yang aku mau dari membangun gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring seperti kolam dan periuk-periuk yang kokoh. Dan mengajariku bahasa burung dan memberikanku segala macam kemuliaan dan menundukkan kepadaku tentara setan dan burung. Memuliakanku dari segala hamba-hamba-Nya yang beriman, dan memberikan kepadaku kerajaan yang agung yang tidak pantas untuk seorangpun setelah aku, dan menjadikan kerajaanku bersih tidak ada hisab dan hukuman."

Lalu Nabi Isa bin Maryam 'alaihi salam pun memuji Allah. "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikanku sebagai Kalimat-Nya (kalimat-Nya, Nabi Isa diciptakan Allah dengan kalimat 'Kun Fa Yakun') sebagai tanda kebesaran-Nya, dan menjadikan perumpamaanku seperti Nabi Adam, Allah menciptakannya dari tanah dan Allah katakan: "Jadilah, maka terjadi (Kun Fa Yakun)." Dan segala puji bagi Allah yang telah mengajarkanku ilmu Al-Kitab, hikmah, Taurat, dan Injil, dan menjadikanku penyembuh penyakit buta dari lahir dan penyakit belang. Aku mampu menghidupkan orang mati dengan izin Allah. Allah mengangkatku, menyucikanku, dan melindungi aku dan ibuku dari syaitan yang terkutuk, maka tidak ada celah bagi setan untuk mengganggu kami."

6. Pujian Rasulullah SAW

Setelah para Nabi dan Rasul 'alaihimussalam memuji kepada Allah dengan pujian yang indah atas anugerah yang Allah khususkan untuk mereka. Tibalah giliran Al-Mushtofa Nabi Muhammad SA W menyampaikan pujian kepada Allah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!