Syarat Sempurnanya Iman, Bersikap Lembut Dalam Rumah Tangga

Kamis, 03 September 2020 - 18:47 WIB
Maksudnya adalah jika istri melanggar syariat atau tidak baik di mata Islam maka kewajiban suami memberinya pengertian. Berikanlah pengetahuan agama kepada mereka dan berikanlah pelajaran budi pekerti yang bagus kepada mereka. Berusaha memperbaiki akhlaknya dengan cara yang lembut dengan keteladanan dan kasih sayang. Jangan membenci istri, meski ada satu atau dua sikap dan ucapannya membuat suami tidak senang.

(Baca juga : Potret Terbaik Pribadi Seorang Perempuan Muslimah )

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya.” (HR. At-Tirmidzi).

Kalau masakan istrimu terlalu asin, tidak pedas atau terlaku pedas, gosong dan bentuknya tidak semenarik makanan lain yang kau tahu, jangan lantas membencinya. Bukankah istri sudah berusaha, bukankah tangannya sudah banyak bekas goresan pisau di ujung-ujung jarinya.

Suami harus menyadari bahwa tangan istri sudah tidak selembut sebelum kau menikahinya. Bukankah para istri telah menjaga anak-anak dan rumah sebagai amanah dari suami? Bukankah senyumannya selalu meneduhkan para suami? Satu atau dua sifat istri yang kurang pas janganlah lantas membencinya. Bukankah banyak sekali kebaikan-kebaikan yang sudah diberikan istri untuk para suami dan rumah tangganya.

(Baca juga : Ini Empat Provinsi Penyumbang 56% Kasus Covid di Indonesia )

Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

*وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا*

"Dan pergaulilah istrimu dengan (akhlak yang) baik. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allâh menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS.An-Nisâ’ :19).

Imam al-Hulaimi rahimahullah berkata, kebaikan akhlak merupakan bagian dari iman. Dan hilangnya akhlak baik dari diri seorang hamba merupakan tanda kurangnya iman. Juga menunjukkan bahwa orang-orang mukmin bertingkat-tingkat keimanan mereka. Sebagian dari mereka, imannya lebih sempurna dari sebagian yang lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!