Panduan Lengkap Salat Tarawih dari Ustaz Adi Hidayat
Jum'at, 28 Februari 2025 - 08:35 WIB
Ustaz Adi Hidayat Foto youtube ustaz adi hidayat official
Salat Tarawih adalah salah satu ibadah yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam selama bulan Ramadan . Umat Islam berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala yang berlimpah dengan melaksanakan salat sunah yang dilaksanakan pada malam hari ini.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai pelaksanaan salat Tarawih berdasarkan penjelasan Ustaz Adi Hidayat .
Meskipun beberapa riwayat menyebutkan bahwa salat Tarawih bisa dilakukan dengan jumlah rakaat yang bervariasi—seperti 7, 9, atau bahkan 13 rakaat—tetapi yang paling sering ditemukan dan menjadi kebiasaan adalah 11 rakaat.
Sebagai contoh, ketika Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat malam, beliau tidak mempermasalahkan jumlah rakaat. Namun, yang penting adalah kualitas dari bacaan Al-Qur'an yang dibaca dalam salat tersebut. Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh seorang sahabat yang menyaksikan beliau melakukan salat malam, "Mengapa harus begini lama dan panjang?" Nabi menjawab, "Apakah aku tidak patut mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT kepada diriku?"
Baca juga: 11 Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan, Simak Ya!
Dalam salat malam, Nabi SAW membaca Surah Ali Imran dari ayat 190 hingga 200. Dalam riwayat ini, terlihat jelas bagaimana Nabi SAW mempersiapkan dirinya dengan baik sebelum melaksanakan ibadah malam. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan salat Tarawih, sebaiknya kita juga melakukan persiapan fisik dan mental agar ibadah kita lebih khusyuk.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai pelaksanaan salat Tarawih berdasarkan penjelasan Ustaz Adi Hidayat .
1. Rakaat Salat Tarawih di Rumah Sayyidah Aisyah
Dalam kitab hadis, Sayyidah Aisyah radhiyallahu anha menjelaskan tentang pelaksanaan salat Tarawih di rumahnya. Beliau menyatakan bahwa salat Tarawih yang dilakukan di rumahnya adalah sebanyak 11 rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan.Meskipun beberapa riwayat menyebutkan bahwa salat Tarawih bisa dilakukan dengan jumlah rakaat yang bervariasi—seperti 7, 9, atau bahkan 13 rakaat—tetapi yang paling sering ditemukan dan menjadi kebiasaan adalah 11 rakaat.
Sebagai contoh, ketika Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat malam, beliau tidak mempermasalahkan jumlah rakaat. Namun, yang penting adalah kualitas dari bacaan Al-Qur'an yang dibaca dalam salat tersebut. Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh seorang sahabat yang menyaksikan beliau melakukan salat malam, "Mengapa harus begini lama dan panjang?" Nabi menjawab, "Apakah aku tidak patut mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT kepada diriku?"
2. Durasi dan Kualitas Bacaan dalam Salat Tarawih
Salat Tarawih adalah tentang kualitas bacaan Al-Qur'an, bukan sekadar jumlah rakaat. Dalam hadis riwayat Abu Daud, dikatakan bahwa pada rakaat pertama salat Tarawih, Nabi Muhammad SAW membaca 100 ayat Al-Baqarah. Bahkan, terkadang dalam satu rakaat, beliau bisa membaca lebih dari 200 ayat—yang tentunya membutuhkan waktu cukup lama untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, saat melaksanakan salat Tarawih, tidak perlu terlalu fokus pada jumlah rakaat, melainkan lebih pada kualitas bacaan yang dipanjangkan dan didalami.Baca juga: 11 Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan, Simak Ya!
3. Salat Tarawih di Rumah Sayyidah Maimunah
Sayyidah Maimunah radhiyallahu anha juga memiliki kisah menarik terkait salat Tarawih. Ketika Ibnu Abbas menginap di rumah beliau, beliau mendapati Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat malam yang cukup panjang. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Abbas menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW duduk terlebih dahulu sebelum memulai salat, untuk menghilangkan rasa kantuknya. Beliau menggunakan tangan yang bersih untuk menyentuh wajahnya agar tidak ada bekas kantuk, sehingga saat membaca doa, bacaan tersebut lebih meresap.Dalam salat malam, Nabi SAW membaca Surah Ali Imran dari ayat 190 hingga 200. Dalam riwayat ini, terlihat jelas bagaimana Nabi SAW mempersiapkan dirinya dengan baik sebelum melaksanakan ibadah malam. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan salat Tarawih, sebaiknya kita juga melakukan persiapan fisik dan mental agar ibadah kita lebih khusyuk.
4. Tata Cara dan Posisi Makmum dalam Salat Tarawih
Ketika salat berjamaah, posisi makmum sebaiknya berada sejajar dengan imam. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, beliau mengisahkan bahwa Nabi SAW menarik beliau ke depan hingga sejajar dengan beliau. Ini menunjukkan bahwa dalam salat berjamaah, makmum bisa berada sejajar dengan imam, yang penting adalah kekhusyukan dan kenyamanan dalam melaksanakan ibadah.Lihat Juga :