Panduan Lengkap Salat Tarawih dari Ustaz Adi Hidayat

Jum'at, 28 Februari 2025 - 08:35 WIB
Namun, dalam beberapa kondisi tertentu, seperti saat salat bersama anak-anak atau bagi mereka yang masih dalam tahap belajar, diperbolehkan untuk memberi sedikit jarak antara imam dan makmum, dengan posisi makmum berada sedikit di belakang atau di samping imam.

5. 11 atau 23 Rakaat?

Terkait jumlah rakaat salat Tarawih, banyak yang bertanya-tanya apakah sebaiknya dilakukan 11 rakaat atau 23 rakaat. Dalam penjelasan Ustaz Adi Hidayat, beliau menegaskan bahwa dalam praktiknya, Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat Tarawih dengan jumlah 11 rakaat. Namun, setelah masa kepemimpinan Umar bin Khattab, jumlah rakaat diubah menjadi 23 rakaat dengan pembagian 2 rakaat tiap salamnya, dan 1 rakaat witir di akhir.

Perubahan ini dilakukan dengan tujuan agar bacaan tetap panjang, namun durasinya tidak terlalu lama sehingga para jamaah tidak merasa kelelahan. Umar bin Khattab tidak melanggar aturan Nabi, melainkan mengadaptasi pelaksanaan salat Tarawih agar tetap mengikuti kualitas bacaan yang diajarkan oleh Nabi SAW. Jadi, baik 11 rakaat maupun 23 rakaat, yang terpenting adalah kualitas bacaan Al-Qur'an yang dibaca dan kekhusyukan dalam beribadah.

6. Jangan Terjebak dalam Perdebatan Jumlah Rakaat

Ustaz Adi Hidayat mengingatkan agar kita tidak terjebak dalam perdebatan tentang jumlah rakaat salat Tarawih. Baik 11 rakaat, 23 rakaat, atau 13 rakaat sekalipun, yang terpenting adalah semangat untuk mengikuti sunnah Nabi dan mendapatkan keberkahan di bulan Ramadan. Jangan sampai perdebatan tentang jumlah rakaat membuat kita lupa pada tujuan utama, yaitu memperbanyak ibadah dan meraih pahala yang berlimpah.

7. Kesimpulan: Salat Tarawih sebagai Waktu untuk Meraih Pahala

Salat Tarawih adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, meskipun terdapat perbedaan dalam jumlah rakaat dan waktu pelaksanaan, kita sebaiknya tetap fokus pada kualitas ibadah dan memperbanyak bacaan Al-Qur'an. Dengan memahami tata cara yang benar dan mengikuti sunnah Nabi, kita akan mendapatkan keberkahan yang luar biasa di bulan Ramadan.

Dengan demikian, apakah Anda memilih untuk melaksanakan 11 rakaat atau 23 rakaat, yang terpenting adalah niat yang tulus dan semangat untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan menjadi amal yang penuh keberkahan. Wallahu A'lam

Baca juga: Ustaz Adi Hidayat: Rahasia Menyambut Ramadan Sesuai Al-Qur'an dan Sunnah
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!