10 Contoh Kultum Ramadan 7 Menit, Referensi Ceramah Singkat Pengisi Waktu sebelum Berbuka Puasa
Rabu, 05 Maret 2025 - 17:00 WIB
Dari Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w. bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu”. (Hadis Shahih, riwayat al-Bukhari: 37 dan Muslim: 1266).
Kemudian, puasa juga mengajarkan dan melatih diri agar disiplin waktu. Orang yang berpuasa harus disiplin sejak fajar hingga berbuka.
Jamaah yang Dirahmati Allah,
Dari uraian di atas, bisa dipahami banyak hikmah puasa Ramadhan yang tujuannya tetap untuk membentuk orang bertakwa. Semoga Allah menerima semua amal kita di bulan suci ini dan bisa bertemu lagi di bulan Ramadan berikutnya, insha allah.
Bismillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan tahun ini. Tak lupa, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jemaah yang dirahmati Allah,
Ada banyak ayat di dalam Al-Qur’an yang menekankan segala nikmat yang Allah berikan kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya. Di antaranya ada di surah An-Nahl yang menekankan berbagai nikmat Allah yang melimpah kepada manusia.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 18:
Artinya: "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya."
Ayat di atas mengingatkan kita bahwa nikmat Allah begitu banyak dan tak terhingga. Hal ini bisa dilihat mulai dari kesehatan, rezeki, hingga kesempatan untuk beribadah di bulan suci ini.
Selama Ramadan, kita diajak untuk lebih peka terhadap nikmat-nikmat tersebut. Menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari membuat kita merasakan bagaimana rasanya kekurangan, sehingga menumbuhkan empati dan rasa syukur atas apa yang kita miliki.
Selain itu, bersyukur juga diwujudkan dengan berbagi kepada sesama melalui sedekah dan zakat, terutama kepada mereka yang kurang beruntung. Dengan merenungi pesan Surah An-Nahl, kita diingatkan bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah karunia dari Allah.
Maka dari itu, mari manfaatkan momentum Ramadan ini untuk memperbanyak rasa syukur dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jemaah sekalian yang dirahmati oleh Allah, bagaimana puasanya hari ini? Semoga kita senatiasa diberikan kekuatan untuk menjalani ibadah di bulan ini dengan optimal dan penuh semangat.
Pada kesempatan ini, kita akan sedikit membahas tentang pentingnya berpuasa.
Allah memerintahkan puasa di bulan Ramadan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ya, puasa itu untuk melatih kita agar menjadi orang yang lebih bertakwa, lebih dekat dengan Allah.
Selain itu, puasa juga melatih kita untuk bersabar. Hal ini dicontohkan saat kita merasa lapar, haus, atau lelah, kita wajib belajar untuk menahan diri dan tidak mengeluh.
Puasa juga mengajarkan kita untuk peduli kepada orang lain. Kita bisa bersedekah dengan memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan atau membantu teman yang sedang kesulitan.
Terlepas dari itu semua, kita juga harus menjaga amal perbuatan kita selama berpuasa. Apa artinya berpuasa jika kita masih berbohong, marah-marah, atau malas mengerjakan tugas?
Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus.”
Demikian kultum singkat yang bisa saya sampaikan. Semoga kita semua bisa menjalankan puasa dengan baik dan mendapatkan keberkahan di bulan Ramadan ini. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Baca juga: 10 Contoh Kultum Ramadan Singkat 5-7 Menit: Cocok untuk Tarawih, Subuh, dan Buka Puasa
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan. Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam.
Jemaah yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan kali ini, mari kita bahas salah satu malam yang paling istimewa di bulan Ramadan, yakni Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qadr ayat 1-3:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."
Ayat-ayat di atas menunjukkan betapa luar biasanya malam Lailatul Qadar. Keutamaannya bahkan dikatakan lebih baik dari seribu bulan.
Bayangkan saja, satu malam bisa memberikan pahala ibadah yang nilainya lebih tinggi daripada umur manusia pada umumnya!
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari & Muslim)
Rasulullah Saw mungkin tidak menyebutkan secara pasti, tetapi beliau memberi petunjuk bahwa malam lailatul qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, terutama di malam-malam ganjil. Dari sini, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir, seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan berdoa.
Wa billahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kenikmatan sehingga bisa berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Shalawat serta salam kita sampaikan juga kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Jemaah yang dirahmati Allah,
Kemudian, puasa juga mengajarkan dan melatih diri agar disiplin waktu. Orang yang berpuasa harus disiplin sejak fajar hingga berbuka.
Jamaah yang Dirahmati Allah,
Dari uraian di atas, bisa dipahami banyak hikmah puasa Ramadhan yang tujuannya tetap untuk membentuk orang bertakwa. Semoga Allah menerima semua amal kita di bulan suci ini dan bisa bertemu lagi di bulan Ramadan berikutnya, insha allah.
4. Contoh Kultum Empat
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Bismillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan tahun ini. Tak lupa, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jemaah yang dirahmati Allah,
Ada banyak ayat di dalam Al-Qur’an yang menekankan segala nikmat yang Allah berikan kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya. Di antaranya ada di surah An-Nahl yang menekankan berbagai nikmat Allah yang melimpah kepada manusia.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 18:
وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya."
Ayat di atas mengingatkan kita bahwa nikmat Allah begitu banyak dan tak terhingga. Hal ini bisa dilihat mulai dari kesehatan, rezeki, hingga kesempatan untuk beribadah di bulan suci ini.
Selama Ramadan, kita diajak untuk lebih peka terhadap nikmat-nikmat tersebut. Menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari membuat kita merasakan bagaimana rasanya kekurangan, sehingga menumbuhkan empati dan rasa syukur atas apa yang kita miliki.
Selain itu, bersyukur juga diwujudkan dengan berbagi kepada sesama melalui sedekah dan zakat, terutama kepada mereka yang kurang beruntung. Dengan merenungi pesan Surah An-Nahl, kita diingatkan bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah karunia dari Allah.
Maka dari itu, mari manfaatkan momentum Ramadan ini untuk memperbanyak rasa syukur dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Contoh Kultum Lima
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.Jemaah sekalian yang dirahmati oleh Allah, bagaimana puasanya hari ini? Semoga kita senatiasa diberikan kekuatan untuk menjalani ibadah di bulan ini dengan optimal dan penuh semangat.
Pada kesempatan ini, kita akan sedikit membahas tentang pentingnya berpuasa.
Allah memerintahkan puasa di bulan Ramadan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ya, puasa itu untuk melatih kita agar menjadi orang yang lebih bertakwa, lebih dekat dengan Allah.
Selain itu, puasa juga melatih kita untuk bersabar. Hal ini dicontohkan saat kita merasa lapar, haus, atau lelah, kita wajib belajar untuk menahan diri dan tidak mengeluh.
Puasa juga mengajarkan kita untuk peduli kepada orang lain. Kita bisa bersedekah dengan memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan atau membantu teman yang sedang kesulitan.
Terlepas dari itu semua, kita juga harus menjaga amal perbuatan kita selama berpuasa. Apa artinya berpuasa jika kita masih berbohong, marah-marah, atau malas mengerjakan tugas?
Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus.”
Demikian kultum singkat yang bisa saya sampaikan. Semoga kita semua bisa menjalankan puasa dengan baik dan mendapatkan keberkahan di bulan Ramadan ini. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Baca juga: 10 Contoh Kultum Ramadan Singkat 5-7 Menit: Cocok untuk Tarawih, Subuh, dan Buka Puasa
6. Contoh Kultum Enam
Assalamu’alaikum wr wbAlhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan. Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam.
Jemaah yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan kali ini, mari kita bahas salah satu malam yang paling istimewa di bulan Ramadan, yakni Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qadr ayat 1-3:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."
Ayat-ayat di atas menunjukkan betapa luar biasanya malam Lailatul Qadar. Keutamaannya bahkan dikatakan lebih baik dari seribu bulan.
Bayangkan saja, satu malam bisa memberikan pahala ibadah yang nilainya lebih tinggi daripada umur manusia pada umumnya!
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari & Muslim)
Rasulullah Saw mungkin tidak menyebutkan secara pasti, tetapi beliau memberi petunjuk bahwa malam lailatul qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, terutama di malam-malam ganjil. Dari sini, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir, seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan berdoa.
Wa billahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
7. Contoh Kultum Tujuh
BismillahirrahmanirrahimAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kenikmatan sehingga bisa berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Shalawat serta salam kita sampaikan juga kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Jemaah yang dirahmati Allah,
Lihat Juga :