Jumat Terakhir Ramadan dan Amalan yang Dilipatgandakan Pahalanya

Jum'at, 28 Maret 2025 - 05:00 WIB
Jumat Terakhir Ramadan...
Ramadan di semua harinya berisi keberkahan, bagi muslim laki-laki, amalan Jumat terakhir di bulan Ramadan yang khas adalah salat Jumat. Selain itu, ada pula anjuran untuk memperbanyak membaca selawat pada Nabi Muhammad SAW . Foto ilustrasi/ist
Hari ini, adalah Jumat terakhir di bulan Ramadan , dan umat muslim dianjurkan melakukan berbagai bentuk ibadah yang dianjurkan sesuai sunah.

Ramadan di semua harinya berisi keberkahan. Bagi muslim laki-laki, amalan Jumat terakhir di bulan Ramadan yang khas adalah salat Jumat. Selain itu, ada pula anjuran untuk memperbanyak membaca selawat pada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Selain itu masih banyak amalan yang bisa dikerjakan di Jumat terakhir Ramadan ini, akan tetapi juga bisa dilakukan di luar bulan puasa, dan tetap memberikan pahala kebaikan bagi yang menjalankannya.

Amalan di hari Jumat terakhir bulan Ramadan:

1. Puasa Ramadan

Puasa ini amalan wajib dan utama yang harus dikerjakan setiap muslim di bulan Ramadan. Seseorang boleh meninggalkannya apabila ada halangan yang dibenarkan syariat, seperti sudah lemah karena lansia, haid bagi perempuan, atau menjalankan safar.

Balasan ibadah puasa Ramadan sangat besar seperti yang dijanjikan Allah. Contohnya setiap kebaikan atau ibadah akan dilipatgandakan pahala.

Balasan khusus orang yang berpuasa puasa hanya Allah yang tahu kadarnya. Puasa merupakan ibadah yang langsung untuk Allah seperti disebutkan dalam hadis qudsi dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari no. 1761 dan Muslim no. 1946)

2. Memperbanyak selawat Nabi

Membaca selawat bisa diamalkan oleh muslim di sepanjang Ramadan, termasuk di hari Jumat terakhir.

Dengan berselawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebanyak-banyaknya, seseorang berpeluang mendapatkan syafaat beliau. Ia juga didekatkan dengan beliau di hari kiamat, lalu Allah akan berselawat padanya lebih banyak lagi.

Dalil yang menyatakan hal tersebut ada beberapa hadis. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa berselawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat nanti.” (Hadits ini terdapat dalam Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabiy no. 50, Isma’il bin Ishaq Al Jahdiy. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)

“Barangsiapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim no. 408)

"Perbanyaklah selawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti." (HR. Baihaqi)

3. Tadarus Al Quran

Memperbanyak membaca Al-Qur'an termasuk salah satu kebiasaan Rasul selama bulan Ramadan.

Selain itu, Al-Qur'an pun diturunkan pada bulan yang mulai ini. "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan," (QS. Al-Qadr ayat 1).

4. Iktikaf

Iktikaf atau berdiam diri di dalam masjid bisa dilakukan kapan saja sepanjang hari. Namun, Nabi Muhammad dan sahabatnya menekankan lebih intens untuk melakukan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan.

Menjalankan iktikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan berpeluang seseorang bisa mendapatkan lailatul qadar. Ketika malam qadar terjadi, apapun ibadah yang dilakukan akan memiliki pahala yang nilai setara dengan mengerjakan kebaikan selama 1.000 bulan.

Sesuai sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. beliau bersabda, "Siapa yang ingin beriktikaf bersamaku, maka beriktikaflah pada 10 malam terakhir," (HR Ibnu Hibban).

5. Salat malam

Sejumlah salat malam seperti Tarawih, witir, hingga tahajud merupakan daftar amalan yang dapat dikerjakan selama Ramadan, tak terkecuali di hari Jumat terakhir. Jika saat Jumat terakhir tersebut bertepatan dengan lailatul qadar, maka pahalannya sangat besar.

Hadis riwayat Bukhari menerangkan, "Barang siapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Dua kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat timbangannya, dan disenangi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala Yang Maha Pengasih yaitu, Subhanallah wa Bihamdihi Subhaanallaahil Azhim (Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung).

(HR. Muslim No. 4860)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More