Kisah Keluarga Nabi SAW : Merayakan Idulfitri dengan Makan Gandum Basi
Selasa, 01 April 2025 - 14:31 WIB
Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein yang masih balita, saat Idulfitri makanannya adalah gandum tanpa mentega, gandum basi yang baunya tercium oleh sahabat Nabi Ibnu Rafii. Foto ilustrasi/youtube
Merayakan Idulfitri dianjurkan dengan penuh kebahagiaan dan sukacita. Umumnya, berbagai menu makanan enak biasanya disiapkan untuk merayakan kebahagiaan lebaran tersebut. Namun, tidak demikian dengan keluarga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Mengutip referensi kitab Musnad Imam Ahmad Jilid 2, dikisahkan pada saat malam Takbiran, Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu terlihat sibuk membagi-bagikan gandum dan kurma. Beliau bersama istrinya, Sayyidah Fathimah az-Zahra, Sayyidina Ali menyiapkan tiga karung gandum dan dua karung Kurma. Sayyidina Ali memanggul gandum, sementara istrinya Sayyidah Fathimah menuntun Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Mereka sekeluarga mendatangi kaum fakir miskin untuk disantuni.
Esok harinya tiba Salat Idulfitri . Mereka sekeluarga khusyuk mengikuti Salat Ied berjamaah dan mendengarkan khutbah. Selepas khutbah 'Id selesai, keluarga Rasulullah itu pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri.
Sahabat beliau, Ibnu Rafi’i bermaksud untuk mengucapkan selamat 'Idulfitri kepada keluarga putri Rasulullah. Sesampainya di depan pintu rumah, alangkah tercengangnya Ibnu Rafi'i melihat apa yang dimakan oleh keluarga Rasulullah itu.
Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein yang masih balita, saat Idulfitri makanannya adalah gandum tanpa mentega, gandum basi yang baunya tercium oleh sahabat Nabi itu.
Seketika itu Ibnu Rafi'i berucap Istighfar, sambil mengusap-usap dadanya seolah ada yang nyeri di sana. Mata Ibnu Rafi’i berlinang butiran bening, perlahan butiran itu menetes di pipinya.
Baca juga: Ramadhan yang Mengharukan Bagi Keluarga Rasulullah SAW
Kecamuk dalam dada Ibnu Rafi' sangat kuat, setengah lari ia pun bergegas menghadap Rasulullah SAW. Sesampainya di hadapan Rasulullah, "Ya Rasulullah, Ya Rasulullah, Ya Rasulullah, putri baginda dan cucu baginda," ujar Ibnu Rafi’i.
"Ada apa wahai sahabatku?" tanya Rasulullah.
"Tengoklah ke rumah putri baginda, ya Rasulullah. Tengoklah cucu baginda Hasan dan Husein.”" "Kenapa keluargaku?"
"Tengoklah sendiri oleh baginda, saya tidak kuasa mengatakan semuanya.”"
Mengutip referensi kitab Musnad Imam Ahmad Jilid 2, dikisahkan pada saat malam Takbiran, Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu terlihat sibuk membagi-bagikan gandum dan kurma. Beliau bersama istrinya, Sayyidah Fathimah az-Zahra, Sayyidina Ali menyiapkan tiga karung gandum dan dua karung Kurma. Sayyidina Ali memanggul gandum, sementara istrinya Sayyidah Fathimah menuntun Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Mereka sekeluarga mendatangi kaum fakir miskin untuk disantuni.
Esok harinya tiba Salat Idulfitri . Mereka sekeluarga khusyuk mengikuti Salat Ied berjamaah dan mendengarkan khutbah. Selepas khutbah 'Id selesai, keluarga Rasulullah itu pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri.
Sahabat beliau, Ibnu Rafi’i bermaksud untuk mengucapkan selamat 'Idulfitri kepada keluarga putri Rasulullah. Sesampainya di depan pintu rumah, alangkah tercengangnya Ibnu Rafi'i melihat apa yang dimakan oleh keluarga Rasulullah itu.
Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein yang masih balita, saat Idulfitri makanannya adalah gandum tanpa mentega, gandum basi yang baunya tercium oleh sahabat Nabi itu.
Seketika itu Ibnu Rafi'i berucap Istighfar, sambil mengusap-usap dadanya seolah ada yang nyeri di sana. Mata Ibnu Rafi’i berlinang butiran bening, perlahan butiran itu menetes di pipinya.
Baca juga: Ramadhan yang Mengharukan Bagi Keluarga Rasulullah SAW
Kecamuk dalam dada Ibnu Rafi' sangat kuat, setengah lari ia pun bergegas menghadap Rasulullah SAW. Sesampainya di hadapan Rasulullah, "Ya Rasulullah, Ya Rasulullah, Ya Rasulullah, putri baginda dan cucu baginda," ujar Ibnu Rafi’i.
"Ada apa wahai sahabatku?" tanya Rasulullah.
"Tengoklah ke rumah putri baginda, ya Rasulullah. Tengoklah cucu baginda Hasan dan Husein.”" "Kenapa keluargaku?"
"Tengoklah sendiri oleh baginda, saya tidak kuasa mengatakan semuanya.”"
Lihat Juga :