Benarkah Makam Nabi Zulkifli Ada di Balik Reruntuhan Tembok Besar China? Bagaimana Sosok Utusan Allah Ini?
Selasa, 22 April 2025 - 08:00 WIB
“Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa' dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.” (QS Shad 48)
Begitu pula, pandangan Muhammad bin Jarir al Tabari. Ia menganggap Zulkifli adalah orang baik dan sabar yang selalu menolong kaumnya dan membela kebenaran, namun bukan seorang nabi.
Akan tetapi, sebagian ulama dan fukaha berpegang pada penjelasan Al Quran akan Zulkifli. Ibn Katsir menyatakan, sanjungan Al Quran kepada Zulkifli bersamaan dengan para nabi yang lain. ''Hal ini menunjukkan bahwa ia adalah seorang nabi,'' kata Ibn Katsir.
Menurut versi lain, ia nabi bagi penduduk Suriah dan sekitarnya. Ia juga membangun Kota Kifl di Irak.
''Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami.'' (QS An Anbiyaa: 85-86).
Baca juga: Kisah Nabi Zulkifli, Sanggup Menahan Marah Ketika Diganggu Iblis
Raja sudah berusia lanjut. Setiap hari, hatinya gelisah karena belum memiliki calon pengganti yang sesuai. Dia pun memutuskan mengadakan semacam sayembara.
Suatu hari, raja mengumpulkan rakyatnya. Dia bertanya, ''Siapakah yang sanggup menerima tiga permintaanku, yakni sanggup berpuasa di siang hari, shalat di malam hari, dan berlaku sabar (menahan amarah)?''
Tiada seorang pun yang menjawab. Akhirnya, seorang anak muda bernama Basyar mengacungkan tangan. Dengan penuh keyakinan, dia berkata, ''Aku.'' Raja pun menunjuknya sebagai penggantinya. Sejak itulah, ia dipanggil Zulkifli yang artinya sanggup.
2. Nabi Ayyub ayah Nabi Zulkifli
Al Hafizh Ibn Katsir dalam kitabnya yang telah diterjemahkan menjadi Kisah Para Nabi dan Rasul, menempatkan Zulkifli pada urutan ke-12. Dia berada di bawah Nabi Ayyub, yang dikatakan adalah ayah dari Zulkifli. Ibunya bernama Rahmah3. Perdebatan Status Kenabian Zulkifli
Masih ada silang pendapat di kalangan ulama terhadap status kenabian Zulkifli. Seperti diungkapkan Ibn Jarir dan Ibn Najih meriwayatkan dari Mujahid, ia bukanlah seorang nabi, melainkan seorang yang saleh dan hakim yang adil.Begitu pula, pandangan Muhammad bin Jarir al Tabari. Ia menganggap Zulkifli adalah orang baik dan sabar yang selalu menolong kaumnya dan membela kebenaran, namun bukan seorang nabi.
Akan tetapi, sebagian ulama dan fukaha berpegang pada penjelasan Al Quran akan Zulkifli. Ibn Katsir menyatakan, sanjungan Al Quran kepada Zulkifli bersamaan dengan para nabi yang lain. ''Hal ini menunjukkan bahwa ia adalah seorang nabi,'' kata Ibn Katsir.
Menurut versi lain, ia nabi bagi penduduk Suriah dan sekitarnya. Ia juga membangun Kota Kifl di Irak.
4. Bernama asli, Basyar
Nama asli Nabi ZUlkifli adalah Basyar. Basyar-lah satu-satunya yang selamat dari reruntuhan rumah yang menewaskan semua anak Nabi Ayyub.5. Memiliki sifat sabar, adil dan teguh pendiriannya
Nabi Zulkifli mewarisi sifat mulia ayahnya, yakni sabar, adil, dan teguh dalam pendirian.وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ ۖ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا ۖ إِنَّهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ
''Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami.'' (QS An Anbiyaa: 85-86).
Baca juga: Kisah Nabi Zulkifli, Sanggup Menahan Marah Ketika Diganggu Iblis
6. Hidup di negara yang dipimpin raja yang arif dan bijaksana
Nabi Zulkifli hidup di sebuah negara yang dipimpin seorang raja yang arif bijaksana. Situs wikipedia menyebutkan sebagai Raja Ilyassa (Nabi Ilyassa AS). Adapun Ibn Katsir menuliskan Raja Al Yasa.Raja sudah berusia lanjut. Setiap hari, hatinya gelisah karena belum memiliki calon pengganti yang sesuai. Dia pun memutuskan mengadakan semacam sayembara.
Suatu hari, raja mengumpulkan rakyatnya. Dia bertanya, ''Siapakah yang sanggup menerima tiga permintaanku, yakni sanggup berpuasa di siang hari, shalat di malam hari, dan berlaku sabar (menahan amarah)?''
Tiada seorang pun yang menjawab. Akhirnya, seorang anak muda bernama Basyar mengacungkan tangan. Dengan penuh keyakinan, dia berkata, ''Aku.'' Raja pun menunjuknya sebagai penggantinya. Sejak itulah, ia dipanggil Zulkifli yang artinya sanggup.
7. Raja yang sederhana dan bijaksana
Setelah menjadi raja, Zulkifli tetap berlaku sederhana. Ia tak melalaikan janjinya. Di waktu malam, ia beribadah dan di waktu siang berpuasa. Selain itu, ia juga bertindak sebagai hakim yang adil bagi segenap rakyatnya.8. Pekerja keras dan pemimpin yang adil
Nabi Zulkifli bekerja hampir tidak mengenal waktu, pagi, siang, maupun malam. Seluruh kebutuhan dasar rakyat dipenuhi. Urusan-urusan mereka diselesaikan secara adil, tanpa menimbulkan gejolak.Lihat Juga :