Haruskah Menunggu Hidayah Dulu untuk Berhijab ?

Minggu, 06 September 2020 - 14:13 WIB
Bagaimana cara mendapatkan hidayah Allah? Selalu berusaha untuk dekat dengan-Nya dan kerjakan segala perintah-Nya. Begitu juga dengan berhijab. Foto ilustrasi/ist
Seorang perempuan muslimah , harus tunduk dan patuh kepada seluruh perintah Allah Ta'ala. Berpakaian muslimah seperti berhijab atau berjilbab, adalah salah satu bentuk ketaatannya kepada syariat Allah . Karena perempuan muslimah diwajibkan menutup seluruh aurat tubuhnya.

Sadar ataupun tidak, setiap kali melakukan salat lima waktu pun, muslimah senantiasa bersumpah kepada Allah Ta'ala,

"La syarikallahuwabidzalika ummirtuwa anna minal muslimin. " Yang artinya "Tiada syarikat bagi Engkau dan aku mengaku seorang muslimah" kalimat sumpah dan janji kepada Allah untuk menaati perintahNya dan menjauhi laranganNya senantiasa kita ucapkan di dalam salat.

(Baca juga : Perempuan Ahli Surga Pandai Menjaga Lisannya )

Seseorang yang berjanji palsu di hadapan Allah, tentu berat hukumannya di dalam neraka. “Jilbab adalah perintahNya bukan?” Kalau kita tidak jalankan artinya kita ingkar terhadap perintahnya.

Faktanya dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita mendengar teman-teman, saudara atau tetangga yang belum berhijab atau belum menutup aurat sesuai syariat, mengucapkan alasan belum datangnya hidayah dari Allah. “Aku belum berhijab karena belum dapat hidayah aja. Niat sih sudah ada!," kalimat itu paling sering kita dengar.

Benarkah menutup aurat atau berhijab harus menunggu datangnya hidayah? Bagaimana pandangan syariat tentang hal tersebut?

Dalam Islam hidayah itu adalah rezeki, dan untuk memperolehnya harus bermodalkan usaha dan kerja keras. (Baca juga : Saudah binti Zam'ah : Sosok Keindahan dan Kesetiaan Seorang Istri )

Seperti diungkap Allah Subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya :

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ (22) فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ (23

"Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan. (QS Adz-Dzariyat ayat 22-23 )

Begitu juga dengan hidayah. Hidayah harus dijemput dengan usaha dan kerja keras . Jika hanya diam tanpa usaha atau malah berbuat sesuatu yang dilarang Allah Ta'ala, maka hanya akan membuat diri semakin menjauh dari Allah.

(Baca juga : Kapankah Perempuan Boleh Memakai Parfum? )

Allah Ta'ala telah menjelaskan dalam QS Ash-Shaf ayat 5 dan dalam hadis qudsi:

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ …

"Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka"

وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا

"Jika seorag hamba-Ku mendekat sejengkal kepadaKu, maka aku akan mendekati sehasta."

Maka dari itu, dekatkanlah diri kepada Allah. Lakukan apa yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala, maka Allah akan memberi kita hidayah. Paksakan diri untuk menggunakan jilbab, maka Allah Akan memberimu jalan kemudahan,sehingga pada akhirnya semua mudah dan tidak ada unsur keterpaksaan lagi.

(Baca juga : 6 Megaproyek Termahal, dari Jalan Tol hingga Membangun Kota Masa Depan )
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
cover top ayah
وَذَرِ الَّذِيۡنَ اتَّخَذُوۡا دِيۡنَهُمۡ لَعِبًا وَّلَهۡوًا وَّغَرَّتۡهُمُ الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَا‌ ۚ وَ ذَكِّرۡ بِهٖۤ اَنۡ تُبۡسَلَ نَفۡسٌ ۢ بِمَا كَسَبَتۡ‌ۖ لَـيۡسَ لَهَا مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ وَلِىٌّ وَّلَا شَفِيۡعٌ‌ ۚ وَاِنۡ تَعۡدِلۡ كُلَّ عَدۡلٍ لَّا يُؤۡخَذۡ مِنۡهَا‌ ؕ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ اُبۡسِلُوۡا بِمَا كَسَبُوۡا‌ ۚ لَهُمۡ شَرَابٌ مِّنۡ حَمِيۡمٍ وَّعَذَابٌ اَ لِيۡمٌۢ بِمَا كَانُوۡا يَكۡفُرُوۡنَ
Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda-gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur'an agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena kekafiran mereka dahulu.

(QS. Al-An'am Ayat 70)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More