Neraka Dijadikan Candaan, Begini Ancaman Allah dalam Al Quran
Rabu, 04 Juni 2025 - 11:58 WIB
Termasuk ayat ini:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman”. (QS Al-Maidah 57).
Ustadz Syamsul menjelaskan mengolok-olok perkara agama termasuk surga dan neraka adalah perbuatan orang ahlul kitab. Selain itu mengolok-olok azab neraka juga termasuk menantang Allah. Bahkan bisa jadi, menurutnya orang yang mengolok-olok perkara agama telah kehilangan iman dalam harinya.
"Agama itu tidak boleh dibuat main-main. Bisa jadi itu menunjukan kadar imannya rendah atau bahkam tidak ada lagi dalam hatinya. Tidak lagi mempercayai akhirat, tidak percaya balasan yang diberikan Allah," kata Ustadz Syamsul.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia .”(HR Bukhari)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa dusta tidak diperbolehkan baik dalam hal serius maupun bercanda, Beliau menukilkan perkataan Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, “Sesungguhnya berdusta tidak boleh baik dalam keadaan serius maupun bercanda” (Majmu’ Fatawa 32/255-256)
Menurut Ibnu Taimiyah, hukumannya lebih berat jika sampai menimbulkan permusuhan dan persengketaan di antara manusia bahkan menimbulkan bahaya bagi agama. Beliau berkata, “Apabila hal tersebut (dusta) menimbulkan permusuhan di antara kaum muslimin dan menimbulkan madharat bagi agama, maka ini lebih terlarang lagi. Pelakunya harus mendapatkan hukuman syar’i yang bisa membuatnya jera.”
Baca juga: 5 Adab dalam Bercanda, Paling Utama Tidak Bergurau dengan Ayat-ayat Allah
Ini menjadi peringatan bagi para content creator, komedian, aktivis stand-up comedy dan lainnya agar hendaknya berhati-hati dan kita doakan kebaikan kepada mereka agar meninggalkan hal ini. Terlebih-lebih terlalu banyak tertawa bisa mematikan hati dan mengeraskan hati karena kebahagiaan sejati bukan dengan terlalu sering tertawa bahkan berlebihan sampai terbahak-bahak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman”. (QS Al-Maidah 57).
Ustadz Syamsul menjelaskan mengolok-olok perkara agama termasuk surga dan neraka adalah perbuatan orang ahlul kitab. Selain itu mengolok-olok azab neraka juga termasuk menantang Allah. Bahkan bisa jadi, menurutnya orang yang mengolok-olok perkara agama telah kehilangan iman dalam harinya.
"Agama itu tidak boleh dibuat main-main. Bisa jadi itu menunjukan kadar imannya rendah atau bahkam tidak ada lagi dalam hatinya. Tidak lagi mempercayai akhirat, tidak percaya balasan yang diberikan Allah," kata Ustadz Syamsul.
Larangan Menjadikan Agama sebagai Bahan Candaan
Terdapat peringatan dalam agama Islam yang melarang seseorang membuat suatu lawakan atau candaan dengan menceritakan suatu hal yang isinya dusta atau berbohong, dalam rangka membuat manusia tertawa. Peringatannya cukup keras.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻭَﻳْﻞٌ ﻟِﻠَّﺬِﻯ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﻓَﻴَﻜْﺬِﺏُ ﻟِﻴُﻀْﺤِﻚَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ
“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia .”(HR Bukhari)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa dusta tidak diperbolehkan baik dalam hal serius maupun bercanda, Beliau menukilkan perkataan Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, “Sesungguhnya berdusta tidak boleh baik dalam keadaan serius maupun bercanda” (Majmu’ Fatawa 32/255-256)
Menurut Ibnu Taimiyah, hukumannya lebih berat jika sampai menimbulkan permusuhan dan persengketaan di antara manusia bahkan menimbulkan bahaya bagi agama. Beliau berkata, “Apabila hal tersebut (dusta) menimbulkan permusuhan di antara kaum muslimin dan menimbulkan madharat bagi agama, maka ini lebih terlarang lagi. Pelakunya harus mendapatkan hukuman syar’i yang bisa membuatnya jera.”
Baca juga: 5 Adab dalam Bercanda, Paling Utama Tidak Bergurau dengan Ayat-ayat Allah
Ini menjadi peringatan bagi para content creator, komedian, aktivis stand-up comedy dan lainnya agar hendaknya berhati-hati dan kita doakan kebaikan kepada mereka agar meninggalkan hal ini. Terlebih-lebih terlalu banyak tertawa bisa mematikan hati dan mengeraskan hati karena kebahagiaan sejati bukan dengan terlalu sering tertawa bahkan berlebihan sampai terbahak-bahak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Lihat Juga :