Kisah Bulan Muharram : Tobat Nabi Adam AS Dikabulkan Setelah 300 Tahun Memohon Tanpa Henti
Sabtu, 28 Juni 2025 - 16:30 WIB
Allah berfirman, “Hai Adam, engkau benar, dan Aku telah memaafkan kesalahan-kesalahanmu karena engkau meminta ampun kepada-Ku dengan hak Muhammad.”
Menurut Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas, selama 300 tahun Adam memanjatkan doa tanpa henti demi memohon ampunan. “Ya Allah, ampunilah kami, demi menjunjung tinggi cahaya Muhammad yang kami tanggungkan.”
Baca juga: Kumpulan Hadis Tentang Amalan Hari Asyura
Permohonan ini dijawab oleh Allah, “Hai Adam, siapakah yang mengajarimu tentang nilai cahaya yang kau tanggungkan itu?”
Adam menjawab, “Ya Allah, setelah Engkau memberiku roh dan mengajariku tentang seluruh nama dan panggilan, ke arah mana pun aku menyaksikan bahwa nama dan panggilan wujud tersebut ada di samping Asma dari Substansi Diri-Mu Yang Mahasuci. Sehingga aku sadar bahwa dialah alasan penciptaan dunia ini. Dialah pemberi syafaat mutlak."
"Dengan demikian, aku tahu bahwa cahaya yang kubawa serta adalah cahaya Muhammad yang mulia dan Engkau cintai. Karena dia adalah rahmat bagi semesta alam, maka Muhammad adalah rahmat untukku juga. Itulah mengapa aku mohon kiranya Engkau berkenan mengampuni kami, demi menjunjung tinggi cahaya itu.”
Sebagai penegasan kemudian Adam as mendengar Allah SWT berfirman kepadanya, “Walaupun dosa seseorang itu sebanyak butir-butir pasir di seluruh bumi ini, walaupun sebesar gelombang di samudera, dan sebanyak atom di alam semesta ini, Aku akan mengampuninya meskipun dia adalah orang paling rendah di antara hamba-hamba-Ku dan bukan nabi sebagaimana engkau, asal saja dia memohon ampunan-Ku demi menjunjung tinggi Muhammad-Ku dan memohon syafaat dari dia yang Aku cintai. Aku akan mengangkat hamba yang paling rendah.”
Permohonan tobat Nabi Adam ini dilakukan semenjak terusir dari surga dan tinggal di bumi. Wallahu A'lam
Baca juga: Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram yang Wajib Umat Islam Tahu, Catat Jadwalnya!
Menurut Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas, selama 300 tahun Adam memanjatkan doa tanpa henti demi memohon ampunan. “Ya Allah, ampunilah kami, demi menjunjung tinggi cahaya Muhammad yang kami tanggungkan.”
Baca juga: Kumpulan Hadis Tentang Amalan Hari Asyura
Permohonan ini dijawab oleh Allah, “Hai Adam, siapakah yang mengajarimu tentang nilai cahaya yang kau tanggungkan itu?”
Adam menjawab, “Ya Allah, setelah Engkau memberiku roh dan mengajariku tentang seluruh nama dan panggilan, ke arah mana pun aku menyaksikan bahwa nama dan panggilan wujud tersebut ada di samping Asma dari Substansi Diri-Mu Yang Mahasuci. Sehingga aku sadar bahwa dialah alasan penciptaan dunia ini. Dialah pemberi syafaat mutlak."
"Dengan demikian, aku tahu bahwa cahaya yang kubawa serta adalah cahaya Muhammad yang mulia dan Engkau cintai. Karena dia adalah rahmat bagi semesta alam, maka Muhammad adalah rahmat untukku juga. Itulah mengapa aku mohon kiranya Engkau berkenan mengampuni kami, demi menjunjung tinggi cahaya itu.”
Sebagai penegasan kemudian Adam as mendengar Allah SWT berfirman kepadanya, “Walaupun dosa seseorang itu sebanyak butir-butir pasir di seluruh bumi ini, walaupun sebesar gelombang di samudera, dan sebanyak atom di alam semesta ini, Aku akan mengampuninya meskipun dia adalah orang paling rendah di antara hamba-hamba-Ku dan bukan nabi sebagaimana engkau, asal saja dia memohon ampunan-Ku demi menjunjung tinggi Muhammad-Ku dan memohon syafaat dari dia yang Aku cintai. Aku akan mengangkat hamba yang paling rendah.”
Permohonan tobat Nabi Adam ini dilakukan semenjak terusir dari surga dan tinggal di bumi. Wallahu A'lam
Baca juga: Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram yang Wajib Umat Islam Tahu, Catat Jadwalnya!
(wid)
Lihat Juga :