Hukum Berdiam Diri Melihat Kezaliman Menurut Islam
Senin, 01 September 2025 - 09:32 WIB
Larangan Diam Terhadap Kezaliman dan Kemungkaran
Ustaz Farid Nu'man mengatakan bahwa Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam melarang bersikap diam terhadap kezaliman dan kemungkaran, khususnya bagi yang memiliki kesanggupan. Hal ini disampaikan beliau dalam Hadis dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu berkata. Rasulullah bersabda:مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ
Artinya: "Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman." (HR Muslim 49)
Para ulama mengatakan, diam terhadap kemungkaran dan kezaliman adalah setan bisu. Abu Ali Ad-Daqaq rahimahullah mengatakan:
[ُarabOpen] مَنْ سَكَتَعَن ِالْحَقِّفَهُوَ شَيْطَانٌ أَخْرَسُ
Artinya: "Siapa yang diam saja, tidak menyatakan Al-Haq (kebenaran), maka dia adalah setan bisu." (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, 2/20)
Baca juga: Haruskah Bersabar Menghadapi Kezaliman? Begini Penjelasan Al Quran dan Hadis
5 Dampak Mendiamkan Kemungkaran
Diam terhadap kemungkaran adalah diam yang tidak dibolehkan oleh syariat. Al-Qur'an sendiri disebut Al-Furqan yang artinya pemisah antara haq (kebenaran) dan bathil.Dalam satu kajiannya, Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal menyebutkan ada lima dampak membiarkan kemungkaran sebagaiman disebutkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Namun perlu dicatat, tidak boleh melarang kemungkaran sampai diyakini hal itu adalah kemungkaran.
Berikut 5 dampak buruk mendiamkan kemungkaran padahal mampu mengingatkannya: