Melek Digital! 200 Dai Muda Dilatih Strategi Komunikasi Digital

Selasa, 05 Agustus 2025 - 20:55 WIB
“Kita butuh dai yang hadir di tengah umat, yang menyapa yang belum tersapa, yang melayani yang belum terlayani,” imbuhnya.

Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam, Amirullah, menjelaskan, Pembibitan Calon Dai Muda 2025 bertujuan mencetak dai muda Gen Z yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan memiliki komitmen kuat terhadap moderasi beragama. Menurutnya, dakwah masa depan harus berbasis pada penguasaan isu-isu sosial, penguatan identitas kebangsaan, dan literasi keagamaan yang mencerdaskan.

Baca Juga: Kampung Haji di Makkah, Menag: MAsuk Tahap Penyusunan Desain

Amirullah menyebutkan, sebanyak 634 orang mendaftar dari seluruh provinsi di Indonesia. Setelah melalui seleksi administratif, verifikasi berkas, dan kurasi profil dakwah, hanya 200 peserta yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan intensif. Mereka adalah pemuda dan pemudi usia maksimal 25 tahun yang aktif berdakwah di masjid, pesantren, komunitas Islam, maupun organisasi kepemudaan keagamaan.

Setiap peserta, lanjut Amir, mengikuti pelatihan tematik yang mencakup manajemen dakwah, komunikasi digital, strategi konten media sosial, literasi keagamaan moderat, penguatan wawasan kebangsaan, ekonomi syariah, serta upaya deradikalisasi dan penanggulangan intoleransi berbasis pendekatan keislaman. Narasumber berasal dari unsur internal Kementerian Agama, akademisi, praktisi media, influencer dakwah, hingga tokoh muda dari berbagai ormas Islam. Semua peserta diwajibkan menyusun rencana aksi dakwah moderat yang dapat diterapkan di daerah asal masing-masing
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!