Meneladani Akhlak dan Keseharian Rasulullah SAW
Rabu, 03 September 2025 - 05:15 WIB
Mengenal budi pekerti dan akhlak mulia Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam (SAW) dalam kesehariannya penting diketahui kaum Muslim. Foto ilustrasi/Sindonews
Mengenal budi pekerti dan akhlak mulia Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) dalam kesehariannya penting diketahui kaum Muslim.
Allah Ta'ala mengistimewakan beliau dengan sebaik-baik sifat. "Wa innaka la'ala khuluqin 'adzim " Yang artinya: "Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung". Demikian firman Allah dalam Surah Al-Qolam ayat 4.
Dalam Kitab Asy-Syamail Imam At-Tirmidzi dijelaskan budi pekerti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengagumkan. Dari riwayat yang bersumber dari Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha (RA) disebutkan, " Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bukanlah orang yang keji. Beliau tidak membiarkan kekejian, tidak mengeluarkan suara keras di pasar-pasar dan tidak membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan. Beliau suka memaafkan dan berjabat tangan."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya, kecuali tatkala beliau ber- jihad fi sabilillah . Beliau pun tidak pernah memukul pembantu dan wanita. "Aku mendengar Jabir bin Abdullah RA berkata: "Tak pernah kudengar Rasulullah SAW dimintai sesuatu, kemudian beliau berkata 'tidak'. (Riwayat dari Muhammad bin Al-Munkadir RA)
Anas bin Malik RA mengatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menyimpan sesuatu untuk hari esok. Beliau juga menerima hadiah dan membalas hadiah.
Baca juga: Akhlak Mulia Rasulullah SAW, Diibaratkan Al Quran yang Berjalan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sekalipun kepadaku hanya dihadiahkan betis binatang, tentu akan kuterima. Dan sekiranya aku diundang makan betis binatang, tentu akan kukabulkan undangannya." Sayyidah Aisyah pernah ditanya: "Apakah yang dikerjakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di rumahnya?" Sayyidah Aisyah menjawab: "Beliau adalah seorang manusia biasa, beliau adalah seorang yang mencuci bajunya sendiri, memerah susu kambingnya sendiri, dan melayani dirinya sendiri."
Maka Ibnu Mas'ud membacakan Surah an-Nisa, sampai ayat: "Waji'na bika 'ala haula-I syahida (Dan Kami mendatangkan kamu sebagai saksi atas mereka). (QS. an- Nisa: Ayat 41). Abdullah bin Mas’ud berkata: "Maka kulihat kedua mata Rasulullah SAW bercucuran air mata.
Allah Ta'ala mengistimewakan beliau dengan sebaik-baik sifat. "Wa innaka la'ala khuluqin 'adzim " Yang artinya: "Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung". Demikian firman Allah dalam Surah Al-Qolam ayat 4.
Dalam Kitab Asy-Syamail Imam At-Tirmidzi dijelaskan budi pekerti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengagumkan. Dari riwayat yang bersumber dari Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha (RA) disebutkan, " Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bukanlah orang yang keji. Beliau tidak membiarkan kekejian, tidak mengeluarkan suara keras di pasar-pasar dan tidak membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan. Beliau suka memaafkan dan berjabat tangan."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya, kecuali tatkala beliau ber- jihad fi sabilillah . Beliau pun tidak pernah memukul pembantu dan wanita. "Aku mendengar Jabir bin Abdullah RA berkata: "Tak pernah kudengar Rasulullah SAW dimintai sesuatu, kemudian beliau berkata 'tidak'. (Riwayat dari Muhammad bin Al-Munkadir RA)
Anas bin Malik RA mengatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menyimpan sesuatu untuk hari esok. Beliau juga menerima hadiah dan membalas hadiah.
Baca juga: Akhlak Mulia Rasulullah SAW, Diibaratkan Al Quran yang Berjalan
Tawadhu Rasulullah SAW
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berpesan: "Janganlah kalian berlebihan memuji aku sebagaimana kaum Nasrani yang berlebihan memuji anak Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, oleh sebab itu katakanlah (panggillah) Abdullah (hamba Allah) dan Rasul-Nya." (Riwayat yang bersumber dari Umar bin Khattab RA)Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sekalipun kepadaku hanya dihadiahkan betis binatang, tentu akan kuterima. Dan sekiranya aku diundang makan betis binatang, tentu akan kukabulkan undangannya." Sayyidah Aisyah pernah ditanya: "Apakah yang dikerjakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di rumahnya?" Sayyidah Aisyah menjawab: "Beliau adalah seorang manusia biasa, beliau adalah seorang yang mencuci bajunya sendiri, memerah susu kambingnya sendiri, dan melayani dirinya sendiri."
Rasulullah SAW Menangis
Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meminta Abdullah bin Mas'ud membacakan Al-Qur'an . Beliau bersabda: "Bacakan Al-Qur'an untukku!" Ibnu Mas'ud berkata: Ya Rasulullah SAW ! Mana mungkin aku membacakannya kepada Anda, bukankah ia diturunkan kepada Anda?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh aku ingin mendengarkannya dari selain aku."Maka Ibnu Mas'ud membacakan Surah an-Nisa, sampai ayat: "Waji'na bika 'ala haula-I syahida (Dan Kami mendatangkan kamu sebagai saksi atas mereka). (QS. an- Nisa: Ayat 41). Abdullah bin Mas’ud berkata: "Maka kulihat kedua mata Rasulullah SAW bercucuran air mata.
Lihat Juga :