Kisah Pendosa yang Gemar Rayakan Maulid Nabi di Bulan Rabiul Awwal
Minggu, 14 September 2025 - 15:39 WIB
Kisah Pendosa yang Gemar Rayakan Maulid Nabi di Bulan Rabiul Awwal/Andryanto Wisnuwidodo/SindoNews
Nabi Muhammad SAW adalah sosok mulia yang pantas untuk dicintai, dimuliakan, dan dijadikan sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Bukti rasa cinta ini bisa diungkapkan dengan berbagai cara, di antaranya dengan merayakan hari kelahirannya yang jatuh pada bulan Rabiul Awwal.
Dikutip dari kisah Hikmah di stius resmi Kementerian Agama, lebih dari sekadar ungkapan cinta, merayakan maulid Nabi juga bisa mendatangkan berbagai macam kebaikan bagi orang yang melakukannya. Hal ini sebagaimana dikisahkan oleh Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitabI‘anatut Thalibin(Kairo, Mustafal Babil Halabi: 1356 H), juz III, halaman 365.
Baca Juga: Apakah Musibah Ketentuan Allah atau akibat Dosa?
Dikisahkan, pada zaman Khalifah Harun ar-Rasyid ada pemuda Bashrah yang dikenal masyarakat sebagai seorang pendosa. Perilakunya yang terlihat buruk membuat masyarakat setempat merasa risih sekaligus memandangnya hina.
Namun di balik segala keburukan yang melekat pada diri pemuda tersebut, dalam hatinya tersimpan rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini dibuktikan dengan agenda tahunan yang tidak pernah ia tinggalkan.
Setiap datang bulan Rabiul Awwal, ia selalu menyiapkan diri dengan mengenakan pakaian terbaik, memakai wangi-wangian, berhias, mengadakan jamuan sederhana, dan membaca kisah kelahiran Nabi Muhammad. Kegiatan ini terus ia lakukan sampai ajal menjemputnya.
Kematian pemuda ini awalnya tidak mengundang perhatian masyarakat. Mereka merasa tidak perlu memberi penghormatan terakhir karena terlanjur memandangnya dengan hina. Ia wafat dalam kesunyian tanpa ada perhatian dan penghargaan dari masyarakat sekitar. Hingga akhirnya, penduduk Bashrah merasa terkejut karena hampir semua orang mendengar bisikan yang sama.
“Wahai penduduk Bashrah, hadirilah jenazah seorang kekasih Allah," demikian suara halus yang menembus dinding hati mereka.
Bisikan hati ini membuat masyarakat terdiam dan bertanya-tanya. Akhirnya, mereka pun tergerak untuk datang berbondong-bondong dan menghadiri pemakaman, serta memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada pemuda tersebut.
Dikutip dari kisah Hikmah di stius resmi Kementerian Agama, lebih dari sekadar ungkapan cinta, merayakan maulid Nabi juga bisa mendatangkan berbagai macam kebaikan bagi orang yang melakukannya. Hal ini sebagaimana dikisahkan oleh Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitabI‘anatut Thalibin(Kairo, Mustafal Babil Halabi: 1356 H), juz III, halaman 365.
Baca Juga: Apakah Musibah Ketentuan Allah atau akibat Dosa?
Dikisahkan, pada zaman Khalifah Harun ar-Rasyid ada pemuda Bashrah yang dikenal masyarakat sebagai seorang pendosa. Perilakunya yang terlihat buruk membuat masyarakat setempat merasa risih sekaligus memandangnya hina.
Namun di balik segala keburukan yang melekat pada diri pemuda tersebut, dalam hatinya tersimpan rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini dibuktikan dengan agenda tahunan yang tidak pernah ia tinggalkan.
Setiap datang bulan Rabiul Awwal, ia selalu menyiapkan diri dengan mengenakan pakaian terbaik, memakai wangi-wangian, berhias, mengadakan jamuan sederhana, dan membaca kisah kelahiran Nabi Muhammad. Kegiatan ini terus ia lakukan sampai ajal menjemputnya.
Kematian pemuda ini awalnya tidak mengundang perhatian masyarakat. Mereka merasa tidak perlu memberi penghormatan terakhir karena terlanjur memandangnya dengan hina. Ia wafat dalam kesunyian tanpa ada perhatian dan penghargaan dari masyarakat sekitar. Hingga akhirnya, penduduk Bashrah merasa terkejut karena hampir semua orang mendengar bisikan yang sama.
“Wahai penduduk Bashrah, hadirilah jenazah seorang kekasih Allah," demikian suara halus yang menembus dinding hati mereka.
Bisikan hati ini membuat masyarakat terdiam dan bertanya-tanya. Akhirnya, mereka pun tergerak untuk datang berbondong-bondong dan menghadiri pemakaman, serta memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada pemuda tersebut.
Lihat Juga :