Kisah Hikmah : Roti dan Permata, Ketika Takdir Telah Campur Tangan
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 20:20 WIB
Sang raja, yang sejak tadi mengamati lewat suatu celah di pintu dapur, terheran-heran, tetapi tidak menyadari kebaikan nisbi pada kedua lelaki itu.
Darwis palsu itu mendapatkan roti biasa. Raja itu menyimpulkan bahwa takdir telah campur tangan untuk menjaga darwis itu dari godaan kekayaan. Lelaki yang sungguh baik itu memperoleh permata dan bisa mempergunakannya untuk kebaikan. Raja itu tak mampu mengartikan peristiwa tersebut.
"Saya mengerjakan apa yang diperintahkan," kata tukang roti itu.
"Kau tak bisa mengubah takdir," kata sang raja.
"Betapa cerdiknya aku," kata darwis palsu itu.
Menurut Idries Shah, nasihat 'lapis pertama' kisah ini adalah bahwa ketika manusia diberi sesuatu yang bernilai besar bagi masa depannya, ia tidak mempergunakannya dengan cukup baik.
Baca juga: Pandangan Imam Ibnu Qayyim ketika Menerima Takdir Buruk, Simak di Sini!
Darwis palsu itu mendapatkan roti biasa. Raja itu menyimpulkan bahwa takdir telah campur tangan untuk menjaga darwis itu dari godaan kekayaan. Lelaki yang sungguh baik itu memperoleh permata dan bisa mempergunakannya untuk kebaikan. Raja itu tak mampu mengartikan peristiwa tersebut.
"Saya mengerjakan apa yang diperintahkan," kata tukang roti itu.
"Kau tak bisa mengubah takdir," kata sang raja.
"Betapa cerdiknya aku," kata darwis palsu itu.
Menurut Idries Shah, nasihat 'lapis pertama' kisah ini adalah bahwa ketika manusia diberi sesuatu yang bernilai besar bagi masa depannya, ia tidak mempergunakannya dengan cukup baik.
Baca juga: Pandangan Imam Ibnu Qayyim ketika Menerima Takdir Buruk, Simak di Sini!
(wid)
Lihat Juga :