Pustunastren UIN Mataram Jadi Pusat Studi Pesantren dan Manuskrip Nusantara
Senin, 17 November 2025 - 11:25 WIB
Pratikno menyebut lahirnya Ditjen Pesantren sebagai babak baru yang menunjukkan penghargaan negara atas peran historis pesantren sebagai pusat pembinaan moral, keilmuan, dan kebangsaan. Dengan lebih dari 42.000 pesantren dan 12,5 juta santri, kekuatan sosial ini dinilai strategis bagi masa depan Indonesia.
Dalam arah kebijakannya, Pratikno menyoroti berbagai tantangan, termasuk keamanan infrastruktur, literasi digital, hingga kesiapan vokasional santri. Untuk itu, empat program strategis dirancang sebagai prioritas awal Ditjen Pesantren, di antaranya program Pesantren Sehat dan Aman, peningkatan kompetensi vokasional santri, pemberdayaan kiai dan nyai, serta akselerasi digitalisasi pesantren.
Pratikno menegaskan pimpinan Ditjen Pesantren harus memiliki jiwa santri dan otak teknokrat yakni mampu menjaga tradisi sambil memimpin inovasi.
Halaqah di UIN Mataram ini pada akhirnya menjadi ruang afirmasi bahwa masa depan pendidikan Islam membutuhkan kolaborasi menyeluruh lintas lembaga.
Para peserta sepakat pesantren dan kampus merupakan dua pilar yang saling melengkapi, yaitu pesantren menjaga moralitas dan adab, sementara perguruan tinggi menguatkan metodologi ilmiah dan riset multidisipliner.
Dalam konteks inilah, keberadaan Pustunastren dipandang sebagai tonggak penting. Lembaga ini diharapkan mampu merawat manuskrip klasik sebagai sumber pengetahuan primer, memperkaya basis riset kebijakan pesantren, dan mendorong terciptanya kurikulum pendidikan Islam yang lebih adaptif terhadap tantangan global.
Kegiatan halaqah ditutup dengan kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) dan UIN Mataram untuk memperkuat mutu pendidikan, riset, serta pengabdian masyarakat berbasis pesantren. UIN Mataram disebut siap menjadi salah satu kampus PTKIN paling aktif dalam mengembangkan inovasi akademik yang berakar pada khazanah intelektual Nusantara.
Dengan langkah ini, UIN Mataram menempatkan diri di garis depan upaya nasional membangun pendidikan Islam yang inklusif, riset-driven, dan berdaya saing global seraya tetap menjejak kuat pada tradisi dan identitas pesantren yang selama ratusan tahun menjadi penyangga peradaban Islam Indonesia.
Dalam arah kebijakannya, Pratikno menyoroti berbagai tantangan, termasuk keamanan infrastruktur, literasi digital, hingga kesiapan vokasional santri. Untuk itu, empat program strategis dirancang sebagai prioritas awal Ditjen Pesantren, di antaranya program Pesantren Sehat dan Aman, peningkatan kompetensi vokasional santri, pemberdayaan kiai dan nyai, serta akselerasi digitalisasi pesantren.
Pratikno menegaskan pimpinan Ditjen Pesantren harus memiliki jiwa santri dan otak teknokrat yakni mampu menjaga tradisi sambil memimpin inovasi.
Halaqah di UIN Mataram ini pada akhirnya menjadi ruang afirmasi bahwa masa depan pendidikan Islam membutuhkan kolaborasi menyeluruh lintas lembaga.
Para peserta sepakat pesantren dan kampus merupakan dua pilar yang saling melengkapi, yaitu pesantren menjaga moralitas dan adab, sementara perguruan tinggi menguatkan metodologi ilmiah dan riset multidisipliner.
Dalam konteks inilah, keberadaan Pustunastren dipandang sebagai tonggak penting. Lembaga ini diharapkan mampu merawat manuskrip klasik sebagai sumber pengetahuan primer, memperkaya basis riset kebijakan pesantren, dan mendorong terciptanya kurikulum pendidikan Islam yang lebih adaptif terhadap tantangan global.
Kegiatan halaqah ditutup dengan kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) dan UIN Mataram untuk memperkuat mutu pendidikan, riset, serta pengabdian masyarakat berbasis pesantren. UIN Mataram disebut siap menjadi salah satu kampus PTKIN paling aktif dalam mengembangkan inovasi akademik yang berakar pada khazanah intelektual Nusantara.
Dengan langkah ini, UIN Mataram menempatkan diri di garis depan upaya nasional membangun pendidikan Islam yang inklusif, riset-driven, dan berdaya saing global seraya tetap menjejak kuat pada tradisi dan identitas pesantren yang selama ratusan tahun menjadi penyangga peradaban Islam Indonesia.
(shf)
Lihat Juga :