Keistimewaan Imam Al-Bukhari, 400-an Ulama Hadis Pernah Menguji Beliau
Selasa, 15 September 2020 - 05:05 WIB
Beliau melakukan hal yang sama kepada para ‘pengujinya’ lainnya sampai pada orang yang terakhir. Akhirnya, orang-orang pun betul-betul mengakui akan kehebatan hafalan beliau. (Baca Juga: Mengambil Berkah dari Tradisi Khataman Kitab Al-Bukhari di Majlis Kwitang )
Diuji Oleh 400-an Ulama di Samarkand
Di Samarkand (sekarang Uzbekistan), Imam Al-Bukhari pun menghadapi hal yang sama. Bahkan selama 7 hari berturut-turut 400-an ulama hadits menguji beliau dengan hadits-hadits yang sanad-sanad dan nama rijal (para perawi) yang telah dicampuradukkan, menempatkan sanad perawi Syam ke dalam sanad perawi Irak, sanad dari perawi Yaman ke dalam sanad perawi Hijaz, meletakkan matan hadits bukan pada sanadnya.
Lantas, mereka membacakan hadits-hadits plus sanad-sanadnya yang sudah campur-aduk ini ke hadapan Imam Al-Bukhari . Dengan sigap, beliau mengoreksi semua hadits dan sanad itu dan menyatukan setiap hadits dengan sanadnya yang benar. Para Ulama yang menyaksikan itu tidak mampu menjumpai satu kesalahan dalam peletakan matan maupun penempatan posisi para perawi.
Khatam Al-Qur'an Ketika Salat Malam
Selain mencari ilmu, Imam Al-Bukhari juga dikenal sebagai ahli ibadah. Musabbah bin Said berkata: "Beliau ketika Ramadhan, siang hari khatam Al-Qur'an sekali. Adapun malamnya ketika shalat khatam baca Al-Qur'an setiap 3 malam."
Selain itu, beliau selalu shalat 2 rakaat setiap menuliskan satu biografi ulama ketika menulis Kitab at-Tarikh al-Kabir dan mandi lalu shalat 2 rakaat di setiap menuliskan satu hadits dalam shahih Bukhari.
(Baca Juga: Sebanyak 54.277 Orang Positif Corona Masih dalam Perawatan )
Tabarruk ke Kuburan Imam Bukhari
Diuji Oleh 400-an Ulama di Samarkand
Di Samarkand (sekarang Uzbekistan), Imam Al-Bukhari pun menghadapi hal yang sama. Bahkan selama 7 hari berturut-turut 400-an ulama hadits menguji beliau dengan hadits-hadits yang sanad-sanad dan nama rijal (para perawi) yang telah dicampuradukkan, menempatkan sanad perawi Syam ke dalam sanad perawi Irak, sanad dari perawi Yaman ke dalam sanad perawi Hijaz, meletakkan matan hadits bukan pada sanadnya.
Lantas, mereka membacakan hadits-hadits plus sanad-sanadnya yang sudah campur-aduk ini ke hadapan Imam Al-Bukhari . Dengan sigap, beliau mengoreksi semua hadits dan sanad itu dan menyatukan setiap hadits dengan sanadnya yang benar. Para Ulama yang menyaksikan itu tidak mampu menjumpai satu kesalahan dalam peletakan matan maupun penempatan posisi para perawi.
Khatam Al-Qur'an Ketika Salat Malam
Selain mencari ilmu, Imam Al-Bukhari juga dikenal sebagai ahli ibadah. Musabbah bin Said berkata: "Beliau ketika Ramadhan, siang hari khatam Al-Qur'an sekali. Adapun malamnya ketika shalat khatam baca Al-Qur'an setiap 3 malam."
Selain itu, beliau selalu shalat 2 rakaat setiap menuliskan satu biografi ulama ketika menulis Kitab at-Tarikh al-Kabir dan mandi lalu shalat 2 rakaat di setiap menuliskan satu hadits dalam shahih Bukhari.
(Baca Juga: Sebanyak 54.277 Orang Positif Corona Masih dalam Perawatan )
Tabarruk ke Kuburan Imam Bukhari
Lihat Juga :