Bolehkah Merahasiakan Sedekah? Begini Menurut Imam Al Ghazali

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:26 WIB
إن العبد ليعمل عملا في السر فيكتبه الله له سرا فإن أظهره نقل من السر وكتب في العلانية فإن تحدث به نقل من السر والعلانية وكتب رياء


"Sesungguhnya hamba itu hendaklah berbuat amalan dalam rahasia, maka dituliskan Allah baginya secara rahasia. Jikalau dilahirkannya, maka dipindahkan oleh Allah dari rahasia dan dituliskan dalam keadaan terang Jika diceriterakannya amalan itu kepada orang, maka dipindahkan oleh Allah dari keadaan rahasia dan terang dan dituliskan riya’. (HR. Anas)

Dalam suatu hadis yang sangat masyhur, dijelaskan pula bahwa kelak di akhirat, Allah akan memberikan naungan bagi orang-orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi,

سبعة يظلهم الله يوم لا ظل إلا ظله أحدهم رجل تصدق بصدقة فلم تعلم شماله بما أعطت يمينه


"Tujuh orang, dinaungi mereka oleh Allah, pada hari yang tak ada naungan, selain daripada naungan Allah. Seorang dari mereka, ialah orang yang bersedekah dengan suatu sedekah, maka tidak diketahui oleh tangan kirinya, apa yang diberikan oleh tangan kanannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari ayat dan hadis di atas, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa keutamaan bersedekah secara sembunyi-sembunyi, ialah agar kita terhindar dari penyakit riya’ dan penyakit hati lainnya, yakni senang apabila nama kita terkenal di masyarakat.

Selain kedua penyakit di atas, ada pula beberapa penyakit lainnya yang bisa kita hindari dengan bersedekah secara rahasia, yakni penyakit al-mannu, yakni mengungkit-ungkit sedekah yang telah kita berikan kepada seseorang. Orang yang memberikan sedekah dihadapan orang banyak berpotensi melakukan riya, sedangkan merahasiakan dan berdiam diri sesudah bersedekah, adalah ciri dari orang yang ikhlas dengan sedekahnya.

Beliau menceritakan tentang segolongan ulama yang dengan berbagai cara, berupaya untuk merahasiakan sedekahnya. Ada yang dengan jalan meletakkannya pada orang buta agar dibagikan, ada yang dengan meletakkannya di jalan yang sering dilalui oleh orang miskin dan fakir, ada yang memasukkan sedekahnya pada kantung baju orang fakir saat sedang tidur, ada yang dengan perantaraan orang lain yang bisa menjaga rahasia dan tidak menyebarkan beritanya. Semuanya ini adalah dalam rangka untuk menghindarkan diri dari sifat riya’.

Baca juga: Menunda-nunda Sedekah adalah Kerugian Besar! Begini Penjelasannya
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!