Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi, Umat Islam Wajib Tahu!
Selasa, 30 Desember 2025 - 05:15 WIB
Kata Ustaz Farid Nu'man, Tahun Baru Masehi bukanlah tahun baru bagi umat muslim karena titik tolak sejarah awal tahun Masehi berbeda dengan tahun Hijriyah. Kalender matahari (penanggalan Syamsiyah) dipakai oleh umat Kristiani, sedangkan kalender bulan (Qomariyah) dianut Islam yang dikenal dengan kalender Hijriyah.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan:
Artinya: "Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya masing-masing, dan hari ini adalah hari raya kita." (HR. Bukhari 952, Muslim, 16/892)
"Setiap umat punya hari raya dan hari besarnya sendiri, silakan berbahagia dan suka cita di hari itu. Umat muslim juga tidak memaksa dan menuntut umat lain mengucapkan selamat atas hari besar Islam," kata Ustaz Farid Nu'man.
Untuk diketahui, Islam memiliki banyak hari raya dan hari-hari istimewa yang telah menjadi budaya dan tradisi bagi kaum muslim untuk mengagungkannya. Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, beliau berkata:
"Dahulu orang Jahiliyah memiliki dua hari untuk mereka bermain-main pada tiap tahunnya." Ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, beliau bersabda: "Dahulu kalian memiliki dua hari yang kalian bisa bermain-main saat itu. Allah telah menggantikan keduanya dengan yang lebih baik dari keduanya, yakni hari Fithri dan hari Adha." (HR Abu Daud 1134; An Nasa'i dalam As Sunan Al Kubra 1755; Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 1098)
Dari 'Uqbah bin Amir radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Hari Arafah, hari penyembelihan qurban, hari-hari tasyriq, adalah hari raya kita para pemeluk Islam, itu adalah hari-hari makan dan minum." (HR At Tirmidzi 773)
Bahkan dalam Hadis disebutkan hari Jumat sebagai hari paling agung dalam Islam. Jumat adalah Sayyidul Ayyam (penghulu semua hari), keagungannya ada pada sisi Allah lebih agung dibanding hari Idul Adha dan Idul Fitri.
Selain hari Jumat, Idul Fitri dan Adha, umat Islam juga memiliki hari-hari istimewa seperti hari Senin, Kamis, 10 hari pertama Dzulhijjah, 6 hari Syawwal, hari 'Asyura, Ayyamul Bidh, 17 Ramadan, Tahun Baru 1 Muharam, dan Lailatul Qadar.
Baca juga:Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab Beserta Bacaan Niatnya
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan:
إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا
Artinya: "Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya masing-masing, dan hari ini adalah hari raya kita." (HR. Bukhari 952, Muslim, 16/892)
"Setiap umat punya hari raya dan hari besarnya sendiri, silakan berbahagia dan suka cita di hari itu. Umat muslim juga tidak memaksa dan menuntut umat lain mengucapkan selamat atas hari besar Islam," kata Ustaz Farid Nu'man.
Untuk diketahui, Islam memiliki banyak hari raya dan hari-hari istimewa yang telah menjadi budaya dan tradisi bagi kaum muslim untuk mengagungkannya. Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, beliau berkata:
"Dahulu orang Jahiliyah memiliki dua hari untuk mereka bermain-main pada tiap tahunnya." Ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, beliau bersabda: "Dahulu kalian memiliki dua hari yang kalian bisa bermain-main saat itu. Allah telah menggantikan keduanya dengan yang lebih baik dari keduanya, yakni hari Fithri dan hari Adha." (HR Abu Daud 1134; An Nasa'i dalam As Sunan Al Kubra 1755; Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 1098)
Dari 'Uqbah bin Amir radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Hari Arafah, hari penyembelihan qurban, hari-hari tasyriq, adalah hari raya kita para pemeluk Islam, itu adalah hari-hari makan dan minum." (HR At Tirmidzi 773)
Bahkan dalam Hadis disebutkan hari Jumat sebagai hari paling agung dalam Islam. Jumat adalah Sayyidul Ayyam (penghulu semua hari), keagungannya ada pada sisi Allah lebih agung dibanding hari Idul Adha dan Idul Fitri.
Selain hari Jumat, Idul Fitri dan Adha, umat Islam juga memiliki hari-hari istimewa seperti hari Senin, Kamis, 10 hari pertama Dzulhijjah, 6 hari Syawwal, hari 'Asyura, Ayyamul Bidh, 17 Ramadan, Tahun Baru 1 Muharam, dan Lailatul Qadar.
Baca juga:Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab Beserta Bacaan Niatnya
(wid)
Lihat Juga :